EQUITYWORLD FUTURES – Mengecek tekanan ban sepeda motor tidak sesimpel yang dibayangkan. Hanya dengan melihat alat ukur saat mengisi angin ternyata belum cukup. Ada hal lain yang harus diperhatikan, terutama berhubungan dengan keselamatan berkendara.

Seperti dilansir Motorcycle, (8/2/2016), produsen ban selalu merekomendasikan bahwa untuk mengecek tekanan, ban harus dalam keadaan ”dingin”, atau berada pada temperatur suhu normal.

Artinya, saat ban sudah digunakan beberapa jam, atau setelah parkir di tempat yang panas, ban akan menyerap panas. Kondisi ini memicu naiknya temperatur, dan saat diukur akan terbaca relatif lebih tinggi.

Para pebalap profesional yang mengecek temperatur ban setelah berputar di trek dengan alat khusus. Kenaikan suhu digunakan sebagai barometer untuk mengestimasi temperatur dan melihat kemampuan cengkeraman ban yang maksimal.

Saat mengukur, usahakan alat ukur dalam posisi yang benar. Pastikan tidak ada hambatan yang membuat alat ukur membaca tidak akurat. Misalnya, posisi pompa atau selang angin yang terlipat, atau posisi memompa yang tak tepat masuk pada pentil.

Usai atau sebelum memompa, usahakan selalu melihat kondisi ban dengan memutarnya sekilas. Hal ini untuk memastikan bahwa ban tidak mendapat gangguan seperti benda tajam yang menancap, atau ada hal lain yang membahayakan seperti kondisi kerekatan.

Ada baiknya membeli pemompa sepeda elektronik atau alat ukur biasa, untuk terus memastikan tekanan ban tetap baik saat di jala