Sebelumnya, ada aksi peretasan terhadap situs Indonesia dan pelakunya mengatasnamakan Israelelit. Hal itu dilakukan karena kelompok peretas tersebut ingin membalas aksi peretasan yang dilakukan hacker-hacker Indonesia ke wilayah internet mereka.

Tentu saja, dengan munculnya pemberitaan tentang berhasil diretasnya situs Indonesia oleh Israelite membuat tidak sedikit hacker baik yang kelompok atau juga yang individu, marah dan kembali melancarkan serangan.

Namun apabila sedikit dianalisis, ada kejanggalan dalam penulisan pesan yang ditujukan kepada hacker-hacker Indonesia. Bahasa Inggris yang digunakan terasa seperti pola bahasa yang digunakan oleh orang Indonesia.

Serangan hacker Israel
Belum berakhir tentang masalah peretasan tersebut, kali ini ada satu lagi aksi serupa yang berhasil membuat tampilan situs Esdm.go.id berubah tampilan beberapa saat yang lalu (sekarang situs tersebut berhasil pulih).

Serangan hacker Israel
Dalam aksi defacing itu, kembali kelompok peretas yang menamakan Israelite mengingatkan untuk tidak mengganggu lintas internet dan website Israel. Ada pemikiran bahwa aksi ini dilakukan oleh kelompok yang sama dan diperkirakan justru bukan dari pihak Israel melainkan dari pihak lain yang sengaja ingin memancing hacker-hacker Indonesia untuk melakukan serangan balasan.

Diharapkan untuk tidak terpancing dengan aksi peretasan tersebut karena ada 2 hal yang patut dicermati apabila peretasan itu asli dari pihak Israel. Pertama, tentunya akan ada banyak situs yang berguguran apabila pihak Israel menyerang mengingat masih banyaknya website Indonesia yang rentan terhadap serangan hacker, akan tetapi pada kenyataannya, sampai sekarang hanya dua situs saja yang berhasil dijebol. Kedua, dari gaya bahasa yang digunakan untuk menuliskan pesan tidak seperti bahasa Inggris internasional pada umumnya dan justru lebih mirip pola bahasa Indonesia.