EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan beberapa paket wisata khusus kepada pemerintah Belanda sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke obyek-obyek wisata di provinsi ini.

“Paket wisata yang kami tawarkan kepada Belanda lebih ditujukan pada wisata minat khusus seperti pendakian ke Gunung Merapi dan dataran tinggi Dieng, serta tinggal di Kepulauan Karimunjawa,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (20/10/2015).

Ganjar menjelaskan guna mendukung upaya menarik wisman, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda akan mengirimkan “travel blogger” dan “travel writter” dari Belanda pada awal 2016 untuk melihat langsung paket wisata minat khusus tersebut.

Selain itu, Pemprov Jateng yang diwakili PT Taman Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Belanda dalam mempromosikan obyek wisata berupa candi-candi.

“Untuk memperluas promosi Candi Borobudur dilakukan pemasangan media branding di kereta api atau trem yang ada di Belanda,” ujarnya.

Menurut Ganjar, peluncuran media branding Candi Borobudur pada trem-trem yang berjalan di rute lokal itu akan dilaksanakan di Rotterdam Belanda pada 10 November 2015.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Ganjar mengharapkan pemasangan media branding pada trem-trem tersebut dapat lebih memopulerkan Candi Borobudur di mata penduduk setempat sehingga jumlah wisatawan Belanda ke Jawa Tengah akan meningkat.

Selain bekerja sama dalam mempromosikan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratuboko, Pemprov Jateng juga menandatangani kerja sama dengan pengelola Museum Militer Broonbeek.

Kerja sama itu sebagai upaya peningkatan manajemen museum di Jateng, produksi konten multimedia mengenai hubungan sejarah dan budaya Belanda dan Jateng, pertukaran informasi mengenai koleksi museum, serta penyelenggaraan pertunjukan atau pameran bersama.