Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siang ini menggelar rapat terbatas kabinet di kantornya. Agenda rapat yang semula dijadwalkan pukul 10.00 WIB, mundur setengah jam menjadi 10.30 WIB.

SBY minta maaf atas mundurnya jadwal semula. SBY sempat mengeluhkan di minggu-minggu akhir masa jabatannya, ternyata banyak tugas yang masih harus diselesaikan.

“Di minggu-minggu terakhir saya duga lebih ringan, tidak sesibuk sebelumnya, tetapi rupanya banyak hal yang harus kita tuntaskan, harus kita putuskan, bekerja around the clock,” ujar SBY saat membuka rapat, di kantornya, Rabu (17/9).

Dalam rapat terbatas ini akan dibahas masalah RUU Pemerintah Daerah. Di RUU tersebut ada aturan yang merujuk pada proses pemilihan kepala daerah yang saat ini tengah menjadi polemik.

SBY akan mendengarkan presentasi dan laporan dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terkait RUU tersebut. “Insya Allah akan segera diundangkan UU Pemerintah Daerah. Ini tonggak sejarah yang akan mengubah wajah pemerintahan kita di tanah air. Karena 10 tahun ini UU pemerintah daerah dilakukan kita mengenal sejumlah permasalahan dan tantangan yang berimplikasi langsung pada pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya.

Tampak dalam rapat hadir Menteri Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menpan RB Azwar Abu Bakar, Kapolri Jenderal Sutarman, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Jaksa Agung Basrief Arief, dan menteri-menteri lainnya di Kabinet Indonesia Bersatu II.