International Labour Organization (ILO) menggelar lokakarya dengan pembahasan mengenai standardisasi keahlian tenaga kerja di pasar ASEAN. Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta sejumlah pengusaha dan pekerja dari negara ASEAN ini merupakan salah satu persiapan jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

Acara tersebut, digadang-gadang juga untuk melindungi pekerja migran dari eksploitasi kerja dengan program yang diberi nama ASEAN Triangle.

“Kami berharap dapat mengurangi eksploitasi terhadap pekerja migran di kawasan ini melalui peningkatan migrasi yang legal dan aman serta pengakuan bersama mengenai keahlian sebagai bagian dari pengembangan perangkat perlindungan hak,” ungkap Staf Senior Proyek ASEAN Triangle ILO, Manuel Imson, dalam diskusi bertema ‘The Implementation of Mutual Recognition of Skills in ASEAN’, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).

Sementara itu, Spesialis Senior ILO bidang Keterampilan dan Kemampuan Kerja, Carmela Torres menuturkan standardisasi tersebut merupakan kunci utama dalam mobilisasi pekerja ahli dan terampil di ASEAN.

“ILO, sebagai pelaku utama dalam permasalahan dunia kerja akan tetap berkomitmen memberikan dukungan teknis guna memastikan terwujudnya pekerjaan yang layak saat MES nanti,” uhar Carmela.

Carmela melanjutkan, seiring dengan pengakuan keahlian tersebut, ILO juga memberikan bantuan teknis serta layanan dalam berbagai bentuk.

“Diantaranya, pengembangan model standard kompetensi regional yang telah digunakan sebagai acuan dari pengembangan standard keterampilan dan keahlian nasional di kawasan ASEAN,” tuturnya.

Selain itu, ILO juga memberikan bantuan berupa studi mengenai kajian kesiapan negara anggota ASEAN dalam pelaksanaan komitmen tenaga kerja terampil dalam MEA 2015.