EQUITYWORLD FUTURES – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di tiga pusat perbelanjaan besar di Pekanbaru, Senin (22/12). Hasilnya, petugas menemukan banyak makanan yang tak layak konsumsi.

Menurut Kepala BPOM Riau Indra Ginting, makanan yang tak layak pakai itu karena sudah dimakan serangga dan tikus. Hal itu dilihatnya dari kemasan makanan yang sudah mempunyai bekas gigitan.

“Setelah kami melakukan Sidak di tiga pusat perbelanjaan, di antaranya di Mal SKA, Mal Pekanbaru dan Pasar Buah, ada beberapa makanan yang tak layak konsumsi. Jumlahnya sangat banyak,” kata Indra ditemui wartawan di Pekanbaru, usai melakukan Sidak.

Indra tak menjelaskan apa saja merek makanan ringan dan siap saji yang sudah dimakan tikus. Namun, dia mengaku sudah menyita makanan dimaksud untuk dibawa ke kantornya di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

“Makanannya tak bisa dijelaskan satu per satu. Yang jelas, ada bermacam jenis makanan ringan dan makanan siap saji atau instan. Ini sudah disita,” kata Indra.

Dijelaskan Indra, makanan yang sudah dimakan tikus tak layak lagi dikonsumsi manusia. Pasalnya, tikus merupakan hewan yang membawa bakteri yang menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia.

“Begitu juga dengan makanan yang dimakan serangga seperti kecoak. Ini sangat berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia karena bisa menimbulkan penyakit,” tegas Indra.

Selain menyita makanan sisa tikus dan serangga, Indra dan petugasnya juga mengamankan makanan yang bungkus atau kardusnya sudah rusak karena terinjak.

“Makanan yang terinjak itu juga tak layak konsumsi. Pasalnya, bungkusan yang terinjak melepaskan materialnya sehingga mengontaminasi makanan. Nah kalau dimakan, itu berbahaya bagi manusia,” jelas Indra.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, Indra akan mengintensifkan Sidak makanan di berbagai pusat perbelanjaan. Indomaret, Alfamart dan gerai ritel lainnya akan digilir.

“Seperti diketahui, menjelang Natal dan Tahun Baru, pusat perbelanjaan akan ramai dikunjungi. Konsumen harus diberi kepastian keamanan makanan supaya tak terserang penyakit,” ungkap Indra.

Terkait adanya temuan makanan bekas digigit tikus, BPOM akan memberi peringatan kepada pusat perbelanjaan yang ditemuinya. Pengelola akan diberi surat teguran supaya tak menjualnya.

“Selain surat teguran, kami juga menyitanya. Kami tak ingin pengelola menjualnya ke masyarakat. Bagi yang nekat menjual makanan tak layak, akan dikenakan sanksi tegas,” tegas Indra.

Kepada masyarakat, Indra mengimbau kehati-hatiannya dalam berbelanja. “Kalau ada menemukan bungkusan rusak jangan dibeli, karena itu bisa membahayakan,” pungkas Indra.