EQUITYWORD FUTURES – Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin (1/6/2015) waktus setempat (Selasa pagi WIB).  Pasar menunggu pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun 10 sen menjadi 60,20 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, kehilangan 68 sen menjadi 64,88 dollar AS per barrel di perdagangan London.

Penurunan ini lebih kecil dibandingkan dengan pergerakan pada Jumat lalu, ketika minyak mentah melesat naik lebih dari dua dollar AS didorong berita pengurangan pengeboran AS dan serangan terhadap sebuah masjid Syiah di Arab Saudi yang diklaim dilakukan oleh Negara Islam (IS).

“Kami melihat pasar berusaha untuk pulih dari lonjakan harga Jumat lalu, mencoba untuk menilai seberapa banyak dari keuntungan mereka akan terbukti berkelanjutan,” kata Tim Evans, analis energi pada Citi Futures.

Minyak juga terjepit oleh menguatnya dollar AS terhadap euro dan mata uang lainnya. Dengan menguatnya mata uang AS ini membuat minyak mentah lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya.

Para analis mengantisipasi hasil “status quo” dari pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat (5/6/2015).

Kartel, yang menghasilkan sekitar 30 persen dari minyak dunia, diperkirakan akan mempertahankan produksinya tak berubah, karena tidak ada tanda-tanda bahwa OPEC akan memangkas kuota produksi mereka pada pertemuannya.

Anggota Teluk dipimpin oleh Arab Saudi diperkirakan akan menolak desakan untuk memangkas produksi mereka, karena mereka berusaha untuk melindungi pangsa pasarnya dari booming produksi serpih (shale) di Amerika Serikat.

Konsultan energi Houston, Andy Lipow, mengatakan langkah OPEC untuk mempertahankan produksinya stabil akan terus menempatkan minyak di bawah tekanan karena pasar tetap kelebihan pasokan.

OPEC mempertahankan kuota produksinya 30 juta barrel per hari pada pertemuan November tahun lalu. Menurut laporan bulanan OPEC, produksi kartel pada April meningkat 18.000 barrel menjadi rata-rata 30,84 juta barrel per hari.

Harga minyak juga turun karena para pedagang mengambil keuntungan dari lonjakan pada Jumat pekan lalu. Jumlah rig AS yang aktif melakukan pengeboran minyak selama pekan yang berakhir 29 Mei turun 13 rig menjadi 646 rig.

Data ekonomi yang keluar pada Senin tidak mendukung pasar karena konsumen AS terus menyimpan uang mereka sekalipun pendapatan mereka meningkat.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Senin bahwa pengeluaran pribadi pada April datar, setelah direvisi naik 0,5 persen pada Maret, sementara pendapatan pribadi naik 0,4 persen pada April setelah datar pada Maret.