EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo telah mengajukan dua nama calon komisioner Komisi Yudisial (KY) kepada DPR RI. Kedua calon itu adalah Aidul Fitriciada Azhari dan Jaja Ahmad Jayus.

Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota KY menyampaikan dua nama itu kepada Presiden, Jumat (13/11/2015). Pada hari yang sama, Jokowi langsung menandatanganinya. Adapun surat tersebut disampaikan kepada DPR RI pada Senin (16/11/2015) kemarin.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana mengatakan, pengajuan dua nama calon komisioner KY itu adalah untuk mengganti dua nama calon yang sebelumnya ditolak DPR. Terdapat tujuh calon komisioner KY untuk masa jabatan 2015-2020 dan telah disampaikan oleh Jokowi kepada DPR, sejak 8 September yang lalu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial, anggota KY diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

Dalam hal ini, Presiden mengusulkan tujuh nama calon komisioner KY, yakni Joko Sasmito, Wiwiek Awiati, Maradaman Harahap, Harjono, Farid Wajdi, Sukma Violetta, dan Sumartoyo. Pada 20 Oktober 2015, DPR hanya menerima lima dari tujuh nama yang diajukan Presiden, yaitu Joko Sasmito, Maradaman Harahap, Farid Wajdi, Sukma Violetta, dan Sumartoyo. ”

Calon pengganti ini merupakan dua orang yang dipilih Pansel dari calon yang telah lolos sampai tahap akhir,” kata Ari, Senin (16/11/2015) malam.

Seluruh calon komisioner KY telah mengikuti serangkaian tes, misalnya seleksi kualitas, kepribadian, kesehatan, hasil investigasi, dan wawancara akhir. Pansel mendasarkan pilihannya pada parameter kompetensi, integritas, kepemimpinan, dan independensi.