Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mendukung pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting diterapkan di Indonesia. Jokowi yakin pemungutan suara dengan e-voting akan membuat pemilihan umum lebih baik.

“Memang bagus. Semua sistem yang berkait dengan elektronik itu bagus. Saya rasa sangat memungkinkan (diterapkan),” ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Jumat (20/9/2014).

Jokowi mengatakan, yang perlu dilaksanakan selanjutnya, yakni sosialisasi sistem tersebut oleh lembaga terkait, salah satunya Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika sosialisasi tepat sasaran, Jokowi yakin penerapan e-voting di Indonesia bisa diterapkan pada pemilu 2019 mendatang.

“Yang harus dibangun itu, apakah masyarakat bisa percaya dengan sistem itu atau tidak. Itu yang harus dilakukan. Yang penting itu,” ujar Jokowi.

Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) memiliki karya e-voting. Sistem ini sudah diterapkan dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa di beberapa daerah. Dengan teknologi ini, proses pemilu menjadi lebih cepat dan hemat.

Untuk menjalankan sistem e-voting ini dibutuhkan satu set perlengkapan mulai dari card reader untuk membaca kartu pemilih yang mencantumkan chip dengan nomor NIK e-KTP, sebuah layar sentuh yang menampilkan foto kandidat, dan printer struk barcode sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.

Dengan adanya teknologi e-voting ini, proses pemungutan suara yang biasanya butuh bermenit-menit kini hanya perlu waktu 30 detik.