EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan kembangkan 24 pelabuhan selama masa pemerintahannya. Hal ini disampaikannya di atas kereta api cepat Tianjin-Beijing, Tiongkok, seusai meninjau pelabuhan dan pembangkit listrik di Kota Tianjin, Tiongkok.

“Ya rencana kita akan mengembangkan 24 pelabuhan dalam lima tahun ini. oleh sebab itu mengapa kita ke Tianjin ini adalah karena ini pelabuhan terbesar dan arah pengembangan 50 tahun 100 tahun sudah ada perencanaan,” katanya seperti dilansir Antara, Minggu (9/11).

Jokowi mengatakan, kunjungan ke Tianjin bertujuannya untuk menggali informasi dalam mengembangkan suatu daerah. Dan dia sempat memuji Tianjin yang mampu tumbuh cepat dengan perencanaan industrialisasi yang lebih matang.

“Kota Tianjin ini kota yang tumbuh pesat sekali karena ditunjang oleh industri, ditunjang oleh pelabuhan, ditunjang oleh pembangkit tenaga listrik dan ditunjang oleh infrastruktur, transportasi dan lain-lain, sehingga pertumbuhannya cepat sekali. Saya kira pengalaman-pengalaman seperti inilah yang ingin kita cari dan ingin kita laksanakan di tanah air,” terangnya.

Dia mengatakan, investasi pembangunan pelabuhan akan dimulai tahun depan. Rencananya, pembangunan pelabuhan akan mendorong sektor swasta dan BUMN. Namun bila belum ada, maka dana APBN akan digunakan. Untuk melakukan pembangunan pelabuhan diperlukan dana mencapai Rp70 triliun.

Jokowi memperhatikan pembangunan di Tianjin. Menurutnya, pelabuhan sebaiknya terintegrasi dengan pembangkit listrik dan zona industri. Dengan demikian, maka harga produksi diharapkan semakin efisien dan kompetitif.

“Inilah yang ingin terus kita pelajari kenapa barang-barang mereka (Tiongkok) sangat kompetitif bisa sangat murah dan efisien, ya salah satunya terintegrasinya pelabuhan, pembangkit listrik, dan zona industri fokusnya,” tutupnya.