EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo masuk dalam nominasi sosok tahun ini yang akan dinilai tim redaksi Majalah TIME. Daftar itu memuat nama-nama pilihan pembaca dari seluruh dunia, untuk disaring kembali. Pengumumannya dilakukan 8 Desember mendatang.

Jokowi adalah orang Indonesia pertama masuk daftar ini, sekaligus yang pertama pula sanggup dua kali pula dinominasikan. Namanya muncul pada nominasi 2012 ketika baru saja terpilih sebagai Gubernur DKI.

Pengumuman “Sosok Tahun Ini” (dalam bahasa Inggris Person of the Year) merupakan salah satu edisi TIME paling dinanti 25 juta pembaca mereka.

Polling ini dipakai tim redaksi TIME sebagai acuan memilih tokoh dalam gelaran prestisius tersebut. Sejak dibikin pada 1927, cuma pemimpin dunia berpengaruh, atau manusia-manusia yang sudah melakukan penemuan besar terpilih sebagai sosok pilihan majalah bertiras terbanyak sejagat itu.

Adapun peluang Jokowi dinobatkan sebagai sosok pilihan untuk 2014 tidak terlalu besar. Dari sisi perolehan suara, presiden ke-7 RI ini cuma mendapat 1,9 persen dukungan. Masih kalah populer dibanding Presiden Vladimir Putin (7 persen), memuncaki daftar nominasi atau Perdana Menteri India Narendra Modi (4,9 persen) yang menguntit di posisi kedua.

Kendati demikian, Wakil Pemimpin Redaksi Time Radhika Jones menegaskan kebijakan tim akan sangat independen. Polling online itu tidak bisa diakali dan banyaknya suara bukan penentu seseorang terpilih sebagai sosok tahun ini.

Terakhir kali sosok asal Asia menjadi tokoh pilihan adalah pada 1996. Kala itu David Ho asal Taiwan berbekal riset obat AIDS-nya, dinobatkan sebagai tokoh pilihan TIME.

Sementara tokoh asal Asia Tenggara yang pernah terpilih menjadi sosok pilihan TIME adalah mantan Presiden Filipina Corazon Aquino pada 1986. Dia terpilih sebelum menjadi presiden, tepatnya karena memimpin gerakan demonstrasi menggulingkan diktator Ferdinand Marcos.

Di luar itu, situs The Wire mengulas pilihan sosok tahunan TIME yang kerap kontroversial. Majalah ini seringkali menetapkan orang yang tidak populer di mata awam.

Kontroversi paling terkenal dilakukan redaksi TIME adalah saat menobatkan Adolf Hitler sebagai tokoh pilihan 1938. Kanselir Jerman dan pemimpin Partai Nazi yang membawa dunia di ambang perang, dianggap berpengaruh. Pembaca mengirim surat protes, karena Hitler disejajarkan dengan tokoh sekelas Mahatma Gandhi atau Martin Luther King Jr yang juga pernah menjadi sosok pilihan TIME.

Walau dikecam, termasuk oleh etnis Yahudi yang menjadi korban Holocaust, TIME menolak merevisi pilihan mereka. Alasannya sosok tahunan bukan diniatkan sebagai penghargaan. “Kami memilih individu yang berpengaruh dan memiliki kekuatan mengubah dunia,” tulis editorial TIME pada edisi Desember 1938.

Keputusan lain tim redaksi TIME yang kontroversial adalah selalu menempatkan presiden Amerika sebagai sosok tahunan, minimal sekali. Salah satu paling dikritik adalah ketika Presiden George W. Bush Jr dipilih kedua kalinya pada 2004, walau kebijakannya memicu perang di Irak dan Afghanistan terbukti alasan mencari sumur minyak.

Kontroversi lainnya, TIME dinilai tidak akan pernah memilih sosok tahunan bila pandangan sang tokoh anti-Amerika. Terakhir kali itu dilakukan adalah pada edisi 1979, ketika Ayatullah Ali Khameini yang mengobarkan Revolusi Islam di Iran menjadi sosok pilihan.

Mengingat polling kali ini dikuasai Putin, besar kemungkinan TIME akan memilih sang pemimpin Negeri Beruang Merah. Bila itu terjadi, situs Global Grind menilai majalah berpusat di Kota New York tersebut mengulang kontroversi baru.

Putin dua tahun terakhir menjadi musuh bersama dunia internasional. Kebijakannya mengobok-obok Ukraina dinilai pengamat berpeluang memicu Perang Dunia ke-3. Insiden jatuhnya pesawat MH17, menewaskan seluruh penumpang dan kru beberapa bulan lalu, ditengarai juga tanggung jawab Presiden Rusia tersebut. Soalnya dia yang mengizinkan milisi separatis Ukraina memiliki rudal.

Benar tidaknya Putin akan terpilih, atau Jokowi memang resmi masuk deretan tokoh yang diulas dalam edisi “Sosok Tahun Ini”, mari menunggu pengumumannya 8 Desember mendatang.