EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong perusahaan-perusahaan yang sudah go public bisa membagi sahamnya kepada para karyawan. Dengan begitu, bursa saham baik BUMN mau pun perusahaan swasta, tak lagi hanya dikuasai oleh para pemodal besar.

“Saya yakin nasabah biasa, perorangan akan meningkat beli saham di bursa dan memperkuat demokrasi ekonomi, agar ekonomi nasional tidak hanya dinikmati pemodal besar. Saya minta perusahaan go-public untuk lakukan pembagian saham bagi karyawannya,” ujar Jokowi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2015).

Jokowi mencontohkan PT Sritex, salah satu perusahaan yang sudah melepas sahamnya kepada 10.000 karyawan sebagai salah satu langkah yang perlu diikuti banyak perusahaan.

Jokowi optimistis saat ini semakin banyak yang berminat berinvestasi di pasar modal baik saham mau pun reksa dana. Maka dari itu, dia juga meminta agar pembelian reksa dana harus dipermudah bagi nasabah perorangan.

Selain itu, dia menyebut perlunya perlindungan terhadap investor. “Saya sambut baik kebijakan perlindungan investasi di pasar modal dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta,” ujar dia.

Namun, Jokowi mengingatkan perlindungan investasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya penegakan hukum. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu dianggap bisa memberikan kepastian dan membangkitkan rasa aman bagi investor.