Taryoto, (42), terpaksa dibekuk aparat kepolisian lantaran kedapatan menjual emas palsu di beberapa lokasi. Dari hasil penangkapan terhadap pelaku, polisi mengamankan tiga kantong berisi perhiasan emas palsu.

Peristiwa tersebut berawal saat petugas berhasil mengendus aksi penipuannya saat menjual perhiasan emas palsu di sebuah toko emas Jalan Wahid Hasyim Kranggan Semarang.

Saat itu, pria paruh baya yang tinggal di desa Karang Tengah, Cilembung Bentarsari itu tengah menjual beberapa kantong emas kepada pemilik toko.

“Dia sudah dua kali datang ke sini. Kalau pas pekan lalu, dia kedapatan jual perhiasan palsu berlapis perak. Waktu itu, kita sempat kecolongan namun kalau yang sekarang dia berhasil ditangkap petugas,” Agustinus, seorang pemilik toko emas di Jalan Wahid Hasyim, Jumat (3/10).

Meski demikian, dua pelaku lainnya telah kabur saat dibekuk. Taryoto mengaku, dia sempat menjual emas palsu di beberapa daerah seperti Cilacap, Pati sampai akhirnya dibekuk di Semarang. Modusnya dengan menjual perhiasan emas palsu disertai surat palsu.

Saat ini, kasus penipuan emas palsu itu sedang ditangani petugas Polsek Semarang Tengah. Polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk membekuk dua pelaku lainnya.

Dari hasil penangkapan itu, petugas Polsek Semarang Tengah sukses mengamankan tiga kantong plastik kecil berisi liontin, cincin emas, dan selembar surat jual beli emas di Cilacap.