EQUITYWORLD FUTURES – Salah satu pertimbangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum juga menerbitkan petunjuk teknis Low Carbon Emission (LCE) karenaalasan penting. Salah satunya, menilai standar kualitas bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih rendah sekaligus penyebarannya belum merata.

Rencana pemerintah mengakselerasi level emisi bahan bakar kendaraan setara Euro IV dianggap Kemenperin sanggup mempercepat juknis LCE dirilis.

“Kualitas bahan bakar yang bagus, ini yang jadi perhatian kami. Itu kan engga bisa kami atur karena kalau di Indonesia kan Pertamina,” kata I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Situasinya sekarang, Pertamina sebagai penyedia BBM dalam negeri sedang mengkaji dengan berbagai pihak kemungkinan Indonesia beralih ke Euro IV, salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kajian itu hingga sekarang terus dilakukan, titik terangnya belum kelihatan.

Lebih cepat

Menurut Putu, bila Euro IV diterapkan aturan LCE bisa keluar lebih cepat. Sejak 2014 lalu draft LCE telah dibuat namun hingga kini masih tertahan.

“Kalau ada Euro IV berarti kan program LCE bisa lebih cepat, lah kalau kami bikin LCE engga ada bahan bakarnya gimana. Ya ini ada pembicaraan sama Pertamina,” jelas Putu.