Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, menjanjikan akan menghidupkan kembali program apartemen murah untuk rakyat atau rumah susun milik (rusunami) dan rumah susun sewa (rusunawa). Hal ini untuk mengatasi masalah permukiman kumuh yang masih banyak terdapat di perkotaan seluruh Indonesia, terutama di Jakarta.

“Jakarta ini termasuk empat kota terkumuh di Asia, bersama Manila, Dakka, dan Kalkuta. Nah, untuk mengatasi masalah ini, percepatan pembangunan rusunami harus dilakukan. Ini demi untuk melakukan pemerataan pembangunan di semua segmen, mulai atas, menengah, dan bawah yang bisa hidup di pusat kota,” ujar Jusuf Kalla saat membuka dialog Menghapus Ekonomi Biaya Tinggi dan Menjamin Kepastian Hukum Musda REI DKI Jakarta, Kamis (28/8/2014).Jusuf Kalla melanjutkan, harga lahan di tengah kota sudah demikian tinggi. Tidak semua masyarakat dapat membeli rumah atau apartemen yang sesuai dengan harga lahan. Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah membangun rusunami sebanyak-banyaknya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pemerataan jauh lebih baik, tentu membuat kita merata pendapatan, ada keseimbangannya Perumahan mewah, tentu kita butuh itu agar kelas menengah atas dapat rumah yang layak. Tapi,harus seimbang dengan rumah untuk rakyat,” ujarnya.

Terlebih pada 2020 mendatang, 60 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Arus migrasi urban pun tak terelakkan. Jarak antara satu kota dengan kota lain akan menjadi pendek. Itu terjadi karena lahan pertanian berkurang.

“Kemacetan terjadi di mana-mana. Tidak efisien. Jadi untuk mengatasi itu semua, bangun rumah murah susun untuk rakyat. Kita akan membangun di lahan-lahan milik negara atau yang dibeli negara dengan harga Rp 1 juta per meter persegi,” kata Jusuf Kalla.