EQUITYWORLD FUTURES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan Pemerintah Aceh untuk segera memulai pembangunan tol Trans Sumatera.

“Dari Lampung sudah dimulai tahun kemarin. Dari Aceh, harus dimulai tahun ini. Dengan catatan satu, pembebasan lahan diurus gubernur, wali kota, bupati. Yang bayar ya pemerintah pusat,” sebut Presiden saat berkunjung ke Lhokseumawe, Kamis (2/6/2016).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan, China bisa membangun jalan tol 4.000-5.000 kilometer per tahun. “Kalau China bisa, negara lain bisa, masak Indonesia ndak bisa. Sulitnya di mana?,” sebut Jokowi dan disambut tepuk tangan oleh pengunjung.

Dia menyatakan, selama 70 tahun Indonesia merdeka, jalan tol hanya terbangun sepanjang 810 kilometer. Untuk itu, sambung Jokowi, dirinya menargetkan selama 5 tahun masa kepemimpinannya harus terbangun minimal 1.000 kilometer jalan tol.

“Tapi ingat, masalah pembebasan lahan. Sekarang ini, masalahnya, ada 10 meter tidak diberikan oleh masyarakat, nah ini jadi kendala pembebasan lahan. Itu harus diurus oleh gubernur, wali kota, dan bupati. Jangan ada masalah pembebasan lahan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pembangunan jalan tol untuk mempercepat akses infrastruktur di seluruh daerah Indonesia.

“Jadi, tahun ini dimulai dari Aceh, lalu tahun kemarin dimulai dari Lampung. Jadi nanti selesainya bersamaan,” kata dia.

Kehadiran Jokowi ke Aceh kali ini meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Migas (PLTMG) Lhokseumawe. Usai meresmikan PLTMG, Jokowi dijadwalkan ke Banda Aceh.