EQUITYWORLD FUTURES – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut ide Yusril Ihza Mahendra untuk melikuidasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah ada sejak zaman mantan Gubernur DKI Sutiyoso.

Melalui rencana itu, sudah tidak ada lagi Gubernur dan DPRD DKI. Pemimpin Jakarta nantinya adalah seorang Menteri yang langsung dipilih Presiden.

“Waduh kalau aku mah kalau dia (Yusril) berhasil likuidasi Pemprov DKI lebih untung dong. Presiden yang milih gubernur (menteri), ya gue jadi gubernurnya terus dong,” kata Basuki, di Balai Kota, Senin (14/3/2016).

Hal ini menguntungkan Basuki, karena ia memprediksi Joko Widodo akan menjadi Presiden selama dua periode atau sepuluh tahun. Jokowi dan Basuki selama ini dikenal memiliki hubungan dekat antara keduanya.

Sehingga ia meyakini, Jokowi akan terus mempercayakannya untuk memimpin ibu kota.

“Minimal Jokowi jadi Presiden itu dua periode. Lo (Yusril) likuidasi saja, ntar malah gue yang jadi gubernur lagi. Enak lho, enggak usah kampanye,” kata Basuki.

Sebelumnya, Yusril menyampaikan ide itu, karena menteri urusan ibu kota itu bisa melakukan koordinasi dengan berbagai wilayah provinsi terdekat dalam melakukan pembangunan tanpa ada hambatan birokrasi atau ego sesama kepala daerah.

Meski demikian, harus ada revisi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta, terlebih dahulu. Revisi UU itu juga harus disepakati DPR RI dan Presiden.