EQUITYWORLD FUTURES – Sebuah sinyal telah tertangkap dan diyakini berasal dari salah satu kotak hitam EgyptAir MS804, yang jatuh di Laut Mediterania bulan lalu.

Komite investigasi Mesir mengatakan hal itu pada Rabu (1/6/2016). Dikatakan, sinyal itu ditangkap oleh kapal pencari milik Angkatan Laut Perancis.

Kapal AL Perancis itu memiliki sistem deteksi akustik.

apal dikerahkan untuk mencari reruntuhan Airbus A320 , yang mengangkut 66 orang dan jatuh di Laut Mediterania, pada 19 Mei lalu.

Menurut komite, sebuah kapal yang lain, yang membawa robot pelacak,  telah menyelam ke dasar laut untuk menemukan kotak hitam.

Diharapkan, kapal ini akan tiba dalam waktu seminggu. Menjelang kedatangan kapal itu, kapal AL Perancis telah mendeteksi sinyal kotak hitam itu.

Kecelakaan pesawat EgyptAir itu memperkuat masalah terkait “kotak hitam”, yang dapat lepas dari pesawat sebelum kecelakaan, kata perancang kawakan Airbus, Selasa (31/5/2016).

Penyelidik melakukan pencarian bangkai pesawat EgyptAir Airbus A320 di perairan dalam di Laut Mediterania.

Perekam data penerbangan pesawat atau yang biasa disebut kotak hitam dirancang untuk memancarkan sinyal selama 30 hari setelah kecelakaan terjadi.

Waktu tersebut memberikan waktu kelompok pencari kurang dari tiga pekan untuk menemukannya di perairan sedalam 3.000 meter, yang menjadi batas kemampuan mereka.

“Jika kami memiliki alat perekam, yang dapat dilepaskan, itu akan lebih mudah dicari,” kata Wakil Presiden Eksekutif Airbus Bidang Teknis, Charles Champignon, dalam acara media.

“Kami sedang mengerjakannya dan ini hanya memperkuat pendekatan kami secara keseluruhan,” katanya.

Alat perekam yang dapat dilepaskan itu akan terpisah dari pesawat saat terjadi kecelakaan dan akan mengambang, memancarkan sebuah sinyal yang menandakan bahwa pesawat mengalami kecelakaan.

Gagasan itu disarankan penyelidik setelah pesawat Air France A330 mengalami kecelakaan pada 2009, muncul setelah pesawat Malaysia Airlines penerbangan 370 hilang pada Maret 2014.

Lembaga penerbangan PBB, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, menuntut adanya data kunci yang dapat didapatkan dalam “waktu singkat” dari pesawat pada 2021 mendatang.