EQUITYWORLD FUTURES – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dikenal cukup galak pada nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Kekesalannya diungkapkan dengan kesiapan Susi menenggelamkan dan membom kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia tanpa izin dan mencuri ikan.

Dia tidak peduli jika kebijakannya menghentikan sementara atau moratorium izin kapal ditentang negara tetangga. Susi juga tak mau ambil pusing keberatan negara tetangga soal kebijakan menenggelamkan kapal nelayan asing ilegal. Susi bergeming dan tetap pada pendiriannya.

Susi juga pernah dikritik soal kebijakannya melarang bongkar muat kapal di tengah laut atau istilahnya transhipment. Kebijakan itu dituding merugikan nelayan. Bukan melunak, Susi justru mengkritik balik mereka yang keberatan dengan kebijakannya itu. Dia menuding mereka yang tak setuju adalah bagian dari mafia pencurian ikan.

Pendiri maskapai penerbangan Susi Air ini juga cukup keras pada duta besar. Dalam beberapa kali pertemuan dengan duta besar, Susi meminta mereka mendukung kebijakan pengelolaan laut dan ikan Indonesia.

Di balik kerasnya pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkannya, terselip cerita keakraban Susi dengan banyak pihak. Merdeka.com mencatatnya. Berikut paparannya.

1. Dihadiahi puisi nelayan

Gencarnya upaya pembasmian pencurian ikan (ilegal fishing) yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mendapat apresiasi dari pelbagai kalangan.

Tak terkecuali dari para nelayan. Bentuk apresiasi tersebut mulai kiriman pantun, puisi hingga pesan singkat atau SMS. Ini menjadi bukti keakraban dan kedekatan Susi dengan nelayan.

“Bunda Susi mukjizat apa yang terjadi. Sunyi senyap lautku hari ini tapi ikan-ikan datang menghampiri,” ujar Susi menirukan hadiah puisi yang diberikan padanya saat ditemui di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu (17/12)

2. Minta anak-anak jadi perwira AL

Keakraban Menteri Susi dengan anak-anak terlihat saat diskusi refleksi 10 tahun tragedi Tsunami yang diselenggarakan Bentara Budaya Jakarta. Murid SD Palmerah 05 pagi ikut angkat bicara soal kondisi kelautan Indonesia.

Seorang murid SD menanyakan kepada Menteri Susi soal maraknya aksi pencurian ikan. Persis seperti yang selama ini jadi fokus Susi. “Saya ingin bertanya kepada ibu menteri, kenapa ikan kita banyak dicuri? Apa laut kita yang luas atau negara lain tidak memiliki ikan?” ujar Kalam.

Menteri Susi pun menjawab pertanyaan siswa yang diketahui bernama Kalam. “Betul karena laut luas, dan laut negara lain tidak ada ikannya, dan lautnya sudah mengecil,” ujar Susi.

Susi memberi penjelasan agar lebih mudah dipahami anak-anak. Dia meminta anak-anak bercita-cita menjadi marinir untuk melindungi laut Indonesia.

“Sekarang ibu membuat peraturan agar ikan kita tidak di curi lagi. Makanya adik-adik nanti kalau sudah besar menjadi perwira AL yah,” ungkapnya.

3. Makan bersama duta besar

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengundang 6 orang duta besar (Dubes) dari 6 negara berbeda. Mereka diundang, untuk makan bersama sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan laut yang berkelanjutan.

Menurut Susi, dalam pertemuan tersebut, semua negara mendukung Indonesia, melakukan pengelolaan laut secara berkelanjutan. Penangkapan ikan tidak boleh dilakukan dengan merusak lingkungan.

“Kita akan melanjutkan kerjasama, and we do respect all we need to be solve our issue,” ucap Susi saat konferensi pers usai pertemuan di Kantornya, Jakarta, Selasa (4/11).

Enam negara tersebut juga akan berpartner dengan Indonesia dalam mengelola hasil laut Indonesia. Perwakilan negara mendatangi kantor Susi siang ini, adalah Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Zahrain Mohamed Hashim. Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, Nguyen Xuan Thuy.

Duta Besar China untuk Indonesia, Xie Feng. Duta besar Thailand untuk Indonesia, Siriphayan. Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan besar Filipina untuk Indonesia, Roberto G. Manalo. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, David Engel.

4. Ajak TNI AL hilangkan ego sektoral

Beberapa hari setelah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di kantornya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kedatangan KSAL untuk kali pertamanya ini guna melakukan sejumlah koordinasi terkait pertahanan kelautan Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam. Usai pertemuan, Susi menunjukkan keakrabannya.

“Hari ini, sangat gembira Pak KSAL berkenan berkunjung ke kantor bicara tentang beberapa hal yang harus dikoordinasikan bersama,” ujar Susi usai yang didampingi KSAL kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).

Pertemuan tersebut, lanjut Susi, wujud dari upaya menghilangkan ego sektoral yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Presiden juga perintahkan sudah seharusnya memulai perubahan

Awal Desember giliran Menteri Susi yang bertandang ke markas TNI. Pertemuan itu digelar di Markas Besar TNI di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, mulai sekitar pukul 11.00 WIB. Pembahasan antara kedua pejabat itu, antara lain terkait dengan kerja sama patroli serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengawasi pencurian ikan di laut.

Usai pertemuan Susi berfoto bersama dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio beserta jajarannya.