Di tengah minimnya sumber daya medis di negara-negara berkembang, kasus kelainan genetik yang berujung pada disabilitas sulit untuk di periksa. Sebuah software lantas diciptakan guna bantu proses deteksi kelainan sejak dini.

Dari bertahun-tahun yang lalu sebenarnya para dokter mempunyai metode tersendiri untuk mengenali tanda-tanda kelainan genetik yang diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa, yakni melalui pengamatan penampilan.

Metode tersebut menggunakan pemeriksaan pola wajah yang dirasa ‘janggal’. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan jika 40 persen disabilitas langka menyebabkan wajah penderitanya berbeda dari orang yang normal, Gizmodo (24/6).

Christoffer Nellaker dan Andrew Zisserman, dua orang peneliti asal Universitas Oxford, lantas mengambil langkah baru dengan membuat sebuah software yang komputer berbasiskan algoritma khusus yang mampu belajar secara otomatis dan mampu mengenali wajah penderita disabilitas dari foto biasa, termasuk foto keluarga sekalipun.