EQUITYWORLD FUTURES – Salah satu cara agar bisa menjalankan “tradisi” mudik adalah dengan mengikuti program mudik gratis yang biasanya diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Bagi Ridwan Pasaribu (45), kegiatan mudik gratis merupakan suatu kesempatan langka karena tidak hanya bisa dapat tiket gratis, namun bisa juga untuk mengembangkan usaha toko kelontong miliknya.

Awalnya, Ridwan diberi tahu tetangganya ada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan ritel. Info itu dia dapatkan sekitar dua bulan yang lalu.

Setelah mempelajari syarat dan ketentuan yang berlaku, Ridwan yang berdomisili di Jatiuwung, Tangerang, memutuskan untuk berbelanja rutin agar bisa dapat empat tiket pulang-pergi dari Citilink yang kerja sama dengan perusahaan ritel.

“Saya belanja buat dapat satu tiket itu keluarkan Rp 9 juta. Tetapi saya jualin lagi di warung. Tetangga kalau mau beli barang saya tawarin biar saya saja yang beli biar bisa dapat stempel,” kata Ridwan saat ditemui di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (13/7/2015).

Untuk bisa dapat satu stempel, dibutuhkan belanja senilai Rp 200.000. Sedangkan untuk bisa dapat satu tiket pulang-pergi, dibutuhkan sebanyak 45 stempel.

Jika ditotal, Ridwan harus mengeluarkan uang sejumlah Rp 36 juta untuk mendapatkan tiket bagi dia sekeluarga yang berjumlah empat orang.

Meski demikian, Ridwan tidak merasa dirugikan. Dia masih bisa menjual kembali barang-barang yang telah dia beli dan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Di satu sisi, program mudik gratis ini memudahkan Ridwan dari sisi ketersediaan tiket.

“Kalau mau beli tiket kayak biasa kan sudah susah, harus rebutan kalau mau Lebaran gini. Pakai mudik gratis, tiket sudah pasti dapat. Tanggal bisa kita atur sendiri,” kata Ridwan.

Dia bersama keluarganya, yaitu Makmudak (43), Desiana (13), dan Hasim (10), akhirnya bisa merayakan Lebaran di kampung halaman Ridwan, Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Mereka telah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.40 WIB dan akan kembali ke Jakarta pada tanggal 25 Juli mendatang.

Hal yang sama juga diperlihatkan oleh keluarga Agnes (39) yang berdomisili di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Agnes bersama tujuh orang anggota keluarganya juga terdaftar sebagai salah satu peserta program mudik gratis.

Dia memanfaatkan saudaranya yang sering belanja alat elektronik agar bisa dapat stempel untuk ditukarkan dengan tiket mudik gratis.

“Adik saya kan kontraktor, suka beli barang elektronik. Jadi saya saja yang beliin. Lumayan, bisa kekumpul buat ditukar sama delapan tiket buat kita liburan ke Medan,” tutur Agnes.

Bersama dengan keluarga Ridwan dan Agnes, ada 434 keluarga lain yang ikut program mudik gratis. Selain kerja sama dengan perusahaan ritel, Citilink juga menggelar mudik bersama dengan perusahaan ritel lainnya dengan total pemudik mencapai 800 orang.