EQUITYWORLD FUTUTES – Kemarau panjang tak selamanya mendatangkan musibah. Bagi warga di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, musim kering yang sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir justru mendatangkan berkah melimpah.

Rezeki melimpah itu dirasakan para pelaku industri pengeringan ikan. Hasil tangkapan nelayan yang melimpah sepanjang musim kemarau membuat industri berbasis rumah tangga tersebut menggeliat.

Di Dusun Magaramba, Kelurahan Takatidung, hampir semua kepala keluarga menggeluti usaha tersebut. Syamsuddin, salah satu pengusaha ikan kering di Mangaramba mengaku kini menggeluti usaha pengeringan ikan karena lebih menguntungkan.

Dengan modal yang tidak seberapa warga bisa membeli aneka ikan hasil tangkapan nelayan lalu diolah dan dikeringkan. Ikan kering kemudian dijual dengan harga yang hampir dua kali lipat dibanding harga ikan basah.

Selain itu, proses pengeringan ikan pun bisa berlangsung lebih cepat. Jika biasanya dibutuhkan waktu tiga hari untuk mengeringkan ikan, maka di musim kemarau mereka hanya membutuhkan waktu satu hari, dengan hasil yang bagus.

“Untungnya lumayan, kerjanya lebih ringan. Cukup modal Rp 500.000 sudah bisa menggeluti usaha ini. Lebih ringan karena di musim kemarau hanya butuh waktu satu hari pengeringan, sementara di musim kemarau membutuhkan waktu hingga tiga hari,” ujar Syamsuddin saat ditemui Senin (11/8/2015) kemarin.

Pengakuan serupa dituturkan Yusuf, pengusaha lainnya di Mangaramba. Mantan buruh bangunan ini mengaku fokus mengeluti usaha pengeringan ikan karena lebih mudah, murah dan menguntungkan.

“Daripada nganggur ya menggeluti usaha pengeringan ikan ini juga menjanjikian keuntungan lumayan. Kerjanya pun cukup ringan dan mudah,” ujar Yusuf.

Satu kilogram ikan teri misalnya, dijual Rp 20.000 per kilogram. Bahkan, selama Ramadhan lalu, ikan teri dijual hingga Rp 25.000 per kilogram. Padahal, harga ikan teri basah atau belum diolah hanya Rp 10.000 per kilogram.

Para pengusaha ikan kering ini mengaku bisa menyisipkan keuntungan rata-rata Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per sekali order.