Saat meluncurkan iPhone 6 pada tanggal 9 September kemarin, Apple tidak hanya memberikan tanda kelahiran gadget-gadget generasi baru, namun juga akhir dari petualangan generasi lama.

Tidak terasa sudah 13 tahun iPod resmi dijual untuk publik terhitung sejak Oktober tahun 2001. Kelahiran iPod menjadi penanda mulainya masa jaya MP3 player portable yang sudah lebih dulu masuk pasar sejak tahun 1998.

Saat itu, harga dari sebuah MP3 player pertama yang bernama MobilePlayer mencapai USD 200 atau Rp 2,3 jutaan. Selain harga yang selangit, kapasitas penyimpanannya hanya 4 MB! Padahal saat iPod mulai dijual kapasitasnya sudah berkisar antara 2-160GB.

Saat masa jaya MP3 player di awal tahun 2000an, banyak vendor lain yang ikut memproduksi perangkat untuk mendengarkan musik tersebut. Microsoft, SanDisk, Creative, hingga Samsung mulai menggerojok pasar dengan berbagai pilihan MP3 player.

Sayangnya, masa kejayaannya tidak terlalu lama setelah Samsung mulai memproduksi ponsel dengan fitur MP3 player pertama, yakni Samsung UpRoar. Hingga pada tahun 2005, hampir semua vendor ponsel mengikuti jejaknya. Setahun kemudian, penjualan ponsel dengan MP3 player sudah mengalahkan penjualan MP3 player sendiri.

Penjualan MP3 player pun tidak pernah seperti saat masa jayanya. Mungkin hanya iPod yang berhasil terus bertahan hingga sampai saat ini dan tetap menjaga nama MP3 player ada di pasaran. Namun semuanya berubah pada tanggal 9 September kemarin, saat Apple telah membuang iPod dari daftar jual di website resmi Apple.

Langkah Apple untuk memensiunkan iPod dianggap sebagai proses peremajaan dengan menggantikannya dengan perangkat lain, besar kemungkinan bukan sebuah MP3 player layaknya iPod. Tak pelak pensiunnya iPod yang menjadi tanda era MP3 player sudah hampir pasti berakhir, begitu pula dengan kebiasaan kita mendengarkan musik yang berubah lebih ke arah streaming video musik via YouTube atau portal lain.