EQUITYWORLD FUTURES – Google telah mencabut semua jenis layanannya di China selama lima tahun. Namun menurut sumber yang tidak mau disebut namanya, Google sedang bersiap kembali ke pasar China.

Dikutip KompasTekno dari Digital Trends, Minggu (6/9/2015), akhir tahun ini Google akan bertemu dengan pemerintah China untuk membicarakan kemungkinan layanan mereka, terutama Play Store kembali tersedia di negera tersebut.

Selain Google Play Store, perangkat jam tangan Android Wear juga sedang diupayakan bisa dipasarkan di China.

Agar dua produk tersebut dapat melenggang di China, Google harus mematuhi peraturan sebagai penyedia layanan internet. Google harus bersedia menyimpan data pengguna di server lokal dan mematuhi aturan sensor yang diperlakukan pemerintah China.

Aturan penyensoran yang berlaku inilah (terutama layanan e-mail Gmail) yang dahulu memicu Google keluar dari China.

Tak heran jika Google membidik pasar di negara dengan jumlah penduduk terbesar tersebut, di samping pasar smartphone yang meledak di China dan negara-negara Asia lainnya.

Sistem operasi Android memang paling populer di China saat ini. Namun smartphone-smartphone Android tersebut tidak memiliki aplikasi Play Store tempat Google menjual aplikasi-aplikasi Android.

Sementara vendor smartphone seperti Xiaomi, Huawei, Oppo, dan OnePlus kian kuat posisinya di pasar smartphone China.

Perlu diingat juga, Apple juga telah mulai memasarkan produknya di China. Hal ini tentunya membuat Google tidak ingin ketinggalan.