EQUITYWORLD FUTURES – Kabar gembira buat PNS DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menerbitkan keputusan baru soal upah yang diterima pegawai pangkat terendah hingga pejabat pemprov.

Gaji baru ini bagian dari strategi Ahok, sapaannya dalam rangka melakukan reformasi di lingkungan kerjanya. Dengan pendapatan yang maksimal, Ahok berharap tak ada lagi PNS yang coba main proyek dan mengakali anggaran.

“Pokoknya kita pengen bikin orang bangga kerja di sini sama bangganya kaya kerja di Citibank, perusahaan minyak. Gaji PNS akan lebih besar dari gaji swasta, kita akan pacu APBD lebih tinggi dengan efisiensi sehingga kita juga bisa sejahterakan PNS di Provinsi DKI Jakarta,” kata Ahok beberapa waktu lalu.

Ahok menggaji PNS dengan bayaran baru per Januari ini. Tapi jangan salah, gaji ini tak akan bertahan lama bila pegawai bekerja malas-malasan. Sebab Ahok tak segan men-stafkan mereka.

Nominal yang dijanjikan Ahok cukup menggiurkan. Paling tidak, pendapatan PNS DKI sekarang sudah setara bos-bos di perusahaan besar atau ketingkat staf di BUMN.

Berapa gaji PNS bernilai fantastis itu?

Untuk eselon II yang bertugas di tingkat strutural, pendapatan mereka sekitar Rp 33 juta – Rp 78 juta. Dengan rincian, lurah Rp 33.730.000, camat Rp 44.284.000, kepala biro Rp , 70.367.000, kepala dinas Rp 75.642.000, dan kepala badan Rp 78.702.000.

Sedangkan untuk PNS yang duduk pada posisi pejabat fungsional, mereka bisa mengantongi gaji Rp 9 juta hingga Rp 22 juta tergantung pada bidangnya. Sedangkan seorang staf mengantongi Rp 13 juta.

“Bahkan PNS yang malas kerja Rp 9 juta dan PNS diklat Rp 2 juta.”

Bagaimana dengan gaji pegawai perusahaan?

Bila dibandingkan dengan penghasilan para pegawai di sebuah perusahaan, jelas angkat ini membuat takjub. Di level,perusahaan saja, gaji pegawai yang baru masuk (entry level) biasanya sama dengan Upah Minimun Provinsi. Ada di kisaran Rp 3,5 juta. Sedangkan untuk level staf bervariasi tergantung pada masa kerja, yakni Rp 3,5 juta sampai Rp 5,5 juta.

Naik lagi untuk jabatan asisten menajer, biasanya gaji yang dibawa pulang setiap bulannya, berkisar Rp 7 juta sampai Rp 9 juta. Kemudian untuk level Manajer Rp 9 juta sampai Rp 13 juta, Direktur lebih kurang Rp 30 juta dan Direktur Utama Rp 40 juta.

Bahkan seorang staf yang bekerja di sebuah Bank BUMN, dari informasi yang didapat merdeka.com, gaji mereka kisaran Rp 10 hingga Rp 15 juta. Sedangkan untuk level kepala cabang berkisar antara, Rp 30-40 juta.

Tak cuma mengalahkan gaji petinggi-petinggi di perusahaan, pendapatan PNS DKI juga setara dengan menteri. Untuk level menteri, gaji mereka hanya Rp 19 juta di luar tunjangannya.

Sedangkan untuk level anggota dewan, pendapatan mereka bisa dikatakan paling sejahtera selama ini. Karena mereka hampir mengantongi gaji Rp 70 juta.

“Gaji menteri Rp 19 juta per bulan. Bandingkan gaji anggota DPR Rp 70 juta per bulan, dapat fasilitas macam-macam,” kata wakil presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.