EQUITYWORLD FUTURES – Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk memberikan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 7,7 triliun kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Prasetio menganggap wajar suntikan modal bernilai fantastis pada perusahaan pelat merah itu.

“Enggak masalah, justru saya sepakat dengan pemikiran Gubernur. Pembangunan di Jakarta memang butuh koordinator, apalagi sekarang Dirut-nya kan mantan orang Jasa Marga, idenya banyak,” kata Prasetio seusai menggelar buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPRD, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015) malam.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD DKI itu menilai Jakpro bisa diandalkan menjadi koordinator pembangunan di Ibu Kota. Ia juga yakin bahwa Jakpro mampu mengakuisisi badan usaha milik daerah lain yang kondisinya tidak terlalu sehat, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Jakarta Tourisindo, dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Penyertaan modal pemerintah (PMP) tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur antisipasi kemacetan dan banjir serta memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

“Terus Food Station, ini kan masalah yang terlunta-lunta, penyakit DKI, harus diselesaikan segera. Bagaimana caranya, ya salah satunya melalui Jakpro Holding,” kata Prasetio.

Sebelumnya, pernyataan pemberian PMP sebesar Rp 7,7 triliun kepada PT Jakpro disampaikan oleh

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penyertaan modal itu akan diajukan pada APBD Perubahan 2015. Ia menargetkan PT Jakpro sudah go public pada 2018.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jakpro, Selasa (22/6/2015) lalu, telah menyetujui beberapa program yang akan dijalankan oleh BUMD tersebut. Program itu meliputi pembangunan 13.000 unit rusun, wisma atlet, pembangunan insenerator pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), akuisisi perusahaan yang potensial, serta rencana pelimpahan beberapa BUMD untuk bergabung ke dalam Jakpro.