EQUITYWORLD FUTURES – Perusahaan broker komoditas dan forex asal AS, INTL FCStone Inc, memilih langkah menaikkan bunga untuk nasabah yang memiliki simpanan berjangka emas, perak, poundsterling dan mata uang euro.

Menurut perusahaan dalam keterangannya ke nasabah, mereka melakukan hal ini sebagai persiapan menghadapi volatilitas mata uang selama referendum Inggris untuk tetap berada di Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa.

Perusahaan broker tersebut akan mengenakan bunga hingga 200 persen dari marjin minimum yang di set oleh CME Group Inc untuk komoditas emas, perak, mata uang pound dan mata uang euro. Kenaikan suku bunga ini efektif per 16 Juni 2016.

Kekhawatiran akan volatilitas mata uang di pasar forex menjadi lebih umum sejak adanya pergerakan dranatis Swiss franc di Januari 2015, yang mendorong konflik antara bank dan klien mereka akibat absennya harga pasar selama beberapa menit.

“Kenaikan volatilitas membuat kami memiliki aksi prudent untuk memproteksi klien dari kenaikan fluktuasi pasar,” kata Bruce Fields, Group Treasurer di INTL FCStone Inc.

“Kami percaya hal ini sejalan dengan apa yang akan terjadi di pasar,” lanjut dia.

Dalam beberapa minggu kedepan, PhillipCapital UK dan Saxo Bank juga akan menaikkan marjin terkait mata uang, untuk antisipasi referendum Inggris di Kamis.

Tapi, sangat jarang bagi bank dan broker untuk mengenakan tambahan charge untuk margin, terutama untuk nasabah pemilik komoditas metal. Hal itu memberikan gambaran seriusnya kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.