EQUITYWORLD FUTURES – Kinerja ekspor Indonesia pada semester-I 2016 masih mengalami kelesuan.

Hal itu terlihat dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai ekspor kumulatif Januari-Juni 2016 yang hanya mampu mencapai 69,51 miliar dollar AS, atau turun 11,37 persen dibandingkan periode sama tahun 2015, yang mencapai 78,43 miliar dollar AS.

Dari 13 negara tujuan utama ekspor, penurunan terbesar terjadi ke Taiwan (turun 35,88 persen), India (31,18 persen), Italia (23,96 persen), dan Belanda (22,11 persen).

Kepala BPS Suryamin mengatakan, terjadi penurunan ekspor di keempat sektor yaitu manufaktur atau pengolahan, pertanian, pertambangan, dan minyak dan gas bumi (migas).

EQUITYWORLD FUTURES : Ekspor manufaktur semester-I 2016 tercatat sebesar 53,73 miliardollar AS, atau turun 4,73 dibandingkan periode sama 2015 yang sebesar 56,40 miliar dollar AS.

Adapun ekspor pertanian mencapai 1,40 miliar dollar AS, lebih rendah dari semester-I 2015 yang mencapai 1,71 miliar dollar AS.

Ekspor pertambangan juga turun, dari 10,33 miliar dollar ASmenjadi 7,88 miliar dollar AS. Sementara itu, ekspor migas turun dari 9,99 miliar dollar AS menjadi 6,50 miliar dollar AS.

“Ekspor non-migas kumulatif turun 7,92 persen, dari 68,43 miliardollar AS pada Januari-Juni 2015, menjadi 63,01 miliar dollar AS,” kata Suryamin, dalam paparan, Jumat (15/7/2016).

Ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN tercatat mengalami penurunan 0,95 persen dari 13,84 miliar dollar AS menjadi 13,71 miliar dollar AS.

Adapun ekspor ke negara-negara Uji Eropa juga turun 8,31 persen, yaitu dari 7,67 miliar dollar AS menjadi 7,03 miliar dollar AS. – Equity world Futures