EQUITYWORLD FUTURES – Kinerja keuangan sejumlah perusahaan papan atas di Amerika Serikat (AS) mengecewakan di kuartal I 2016. Para investor kini fokus mencermati data kerja di AS per April, untuk mencari arah di kuartal II.

Pada 6 Mei mendatang, akan hadir data pembayaran gaji di AS, data pengangguran serta daftar upah. Perekonomian negeri Paman Sam ini sendiri diestimasi emnambah 200.000 pekerjaan di April, ketika rate pengangguran berubah 5 persen dan upah naik 0,3 persen, menurut data Reuters.

Tidak seperti bulan sebelumnya, data kerja AS melemah disaat Federal Reserve sepertinya bersiap untuk menaikkan suku bunga. Tapi pada data April, investor bersiap menyambut paparan data yang lebih kuat.

“Yang paling penting untuk investor saham bukanlan apa yang akan Fed lakukan di Juni pada pertemuan mereka. Tapi, melihat bagaimana perbaikan ekonomi dan paparan kinerja,” kata Hugh Johnson, Chief Investment Officer di Albany, untuk Hugh Johnson Advisor yang berbasis di New York.

Walaupun ekspektasi di kuartal I 2016 sudah naik dibanding tahun lalu, perusahaan yang masuk ke indeks S&P 500 tetap mencatatkan penurunan rata-rata 5,9 persen. Di April, estimasi penurunannya hingga 7,1 persen.

“Dengan PDB AS akan dirilis Rabu, memperlihatkan ekspansi ekonomi yang melambat, maka data kerja akan penting untuk memberikan sinyak di kuartal II,” lanjut Johnson.

Jika data ketenagakerjaan bisa melampaui estimasi, pasar akan reli, lanjut Johnson. Bahkan jika ada pembicaraan mengenai kenaikan suku bunga Fed.

Bursa AS turun tajam setelah banyak perusahaan memaparkan kinerja keuangannya yang dibawah target. Misal, turunnya kinerja Apple akibat penurunan penjualan iPhone.