EQUITYWORLD FUTURES – Paparan kinerja Twitter Inc, perusahaan media sosial, di kuartal I mengecewakan sejumlah investor. Pendapatan penyedia jasa microblogging ini stagnan akibat kesulitan mendapatkan pengguna baru.

Upaya untuk menambah pengguna baru juga gagal, akibat user interface atau tampilan muka Twitter terbaru yang membingungkan.

Saham Twitter terjun bebas 13,6 persen menjadi 15,34 dollar AS per saham pada akhir perdagangan Selasa (26/4/2016) waktu setempat atau pada Rabu (27/4/2016) dini hari waktu Indonesia barat.

Saham Twitter turun, sesaat setelah perusahaan ini melaporkan pendapatan dibawah target, akibat turunnya pendapatan iklan.

Pengguna aktif Twitter di kuartal I 2016 tumbuh menjadi 310 juta pengguna aktif per bulan dibandingkan per kuartal IV 2015 sebesar 305 juta pengguna aktif per bulan. Kenaikan ini diatas estimasi analis sebelumnya.

“Sudah jelas Twitter mengalami masalah,” kata Arvind Bhatia, analis di CRT Capital. “Perusahaan ini tidak bertumbuh dari sisi manapun, berdasarkan estimasi sebelumnya,” lanjut dia.

Dalam paparannya kepada para analis melalui sambungan telepon, eksekutif Twitter mengatakan pengiklan di Eropa turun karena mereka menuda iklan untuk momen besar seperti Olimpiade dan Liga Champion Eropa.

Menurut para pengiklan, saat ini pengguna lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton dan berbagi video, namun biaya iklan masih terpatok pada promosi tweet.

Anthony Noto, Chief Financial Officer Twitter, mengatakan tujuan jangka panjang Twitter adalah untuk mencapai jutaan pengiklan seperti kompetitornya, Facebook Inc, yang saat ini memiliki 3 juta pengiklan.

Twitter berjuang dengan stagnasi pertumbuhan pengguna sejak mereka memperkenalkan tampilan muka yang menyulitkan pengguna, sehingga dianggap kurang menarik.

Untuk mengatasi hal itu, perusahaan dengan lambang burng biru ini mengedepankan penawaran berbasis “live” termasuk komentar “live” dan video streaming “live” lewat aplikasi Periscope. Sayangnya, pengguna sudah kadung mencicipi nikmatnya berbagi video secara “live” melalui Facebook Live.

Cara lain, Twitter tahun ini akan fokus mencari pegawai bertalenta terutama di pengembangan produk. Sebagai pengingat, tahun ini saja Twitter sudah kehilangan sebagian eksekutif top dan sudah menambah dua direksi baru dan kepala pemasaran.

Secara umum, pendapatan kuartal I Twitter naik 36 persen dibanding tahun lalu dengan pencapaian 594,5 juta dollar AS, tapi jauh dibawah target analis sebesar 607,8 juta dollar AS.

Rugi bersih Twitter turun menjadi 79,7 juta dollar AS atau 12 sen per saham, dibanding 162,4 juta dollar AS atau 25 sen per saham pada kuartal I tahun lalu.