EQUITYWORLD FUTURES – Nama Abdul Sukur (65), kakek pengaruh becak asal Surabaya, mendadak melejit sepekan terakhir. Kakek delapan cucu ini mendadak tenar karena aktivitasnya menambal jalan berlubang di jalanan kota Surabaya.

Mbah Dul, begitu dia biasa disapa, tidak asing di pangkalan becak depan pusat perbelanjaan Plasa ITC di jalan Gembong Surabaya. Saat hendak ditemui, Senin (18/5/2015) sore, Mbah Dul tidak tampak di pangkalan becaknya.

Saat Kompas.com mendatangi rumahnya di Jalan Tambak Segaran I/27 Surabaya, Winarsih, putrinya, mengatakan, ayahnya baru saja berangkat ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Bapak diundang siaran langsung oleh dua TV nasional sampai Kamis nanti,” katanya.

Ke Jakarta, Mbah Dul ditemani dua anaknya yakni Wahyuni, dan Agus Sholihin. Kata Winarsih, beberapa hari terakhir, selain kerap diundang wawancara media, ayahnya itu juga kerap diundang pejabat Pemkot Surabaya.

“Tiga hari lalu diundang Walikota Risma di kediamannya, dan siang tadi diundang Ketua DPRD Surabaya di kantornya,” ungkap Winarsih.

Putri kelima Mbah Dul itu mengaku mengkhawatirkan kondisi kesehatan ayahnya, karena padatnya aktivitas beberapa terakhir. Sebelum berangkat ke bandara, dia mengaku sudah memberikan minuman sehat agar Mbah Dul tidak sakit.

“Ini tadi saja sudah mengeluh suaranya habis karena sering ditanya pejabat dan wartawan,” tambahnya.

Selama 10 tahun terakhir, Mbah Dul mengabdi dengan menambal jalan berlubang di sekitar rumahnya. Aktivitasnya itu biasa dilakukan pada malam hari setelah penumpang becak dianggapnya sudah sepi.

Mbah Dul menambal jalan yang berlubang dengan bongkahan aspal yang tidak dipakai. Bongkahan aspal itu diangkutnya dengan becak ke lokasi jalan berlubang yang akan ditambal.

Empat ruas jalan di Surabaya utara tidak luput dari pantauannya, yakni jalan Gembong Tebasan, jalan di sekitar perlintasan Kereta Api ITC, Bunguran, dan Jalan Tambak Rejo.