Pihak kepolisian kali ini bersikap tegas dalam mengatasi aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI) saat demo menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta. Polisi menangkap beberapa dari mereka dan menetapkan 21 orang sebagai tersangka.

Selain 21 orang tersebut, koordinator aksi FPI Habib Novel Bamukmin disebut sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas kericuhan itu. Polisi pun menyatakan Novel sebagai buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Untuk menangkap Novel bukanlah hal mudah. Polisi berupaya meminta bantuan FPI untuk mencari keberadaan Novel namun sia-sia saja.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan polisi memberikan dua pilihan kepada Novel, mau serahkan diri atau dijemput paksa petugas.

“Kita melakukan pendekatan kepada orang yang bisa mengimbau kepadanya untuk bisa menyerahkan diri. Jadi ada dua langkah, langkah sifatnya upaya paksa melakukan penangkapan karena sudah kita tetapkan DPO, dan melakukan upaya-upaya agar menyerahkan diri,” kata Heru kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/10).

Akhirnya, pada Rabu (8/10) sore Novel didampingi kuasa hukum, menyerahkan diri ke Polda Metro. Namun, pihak keluarga membantah kalau Novel kabur dan menghindar dari masalah.

“Dia sedang sakit selama ini,” kata kerabat Novel.

Namun pernyataan itu dibantah oleh Heru. Menurutnya, selama lima hari buron, Novel diketahui sering berpindah-pindah tempat. Dalam persembunyiannya, polisi hingga kini belum menetapkan ada pihak lain yang terlibat.

“Dia sembunyi sendiri,” lanjut Heru.

Saat ini Novel masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi pertimbangan, apakah Novel segera ditahan atau tidak.

“Kita upayakan secepatnya keputusan penahanan,” terang Heru.