Rasulullah SAW merupakan pribadi yang taat dalam melaksanakan ibadah. Bahkan Rasulullah SAW tak segan menegur kaum dan sahabatnya yang kerap lalai untuk beribadah.

Lewat caranya yang halus, Rasulullah SAW kerap menegur umat dan sahabat yang lalai dalam melakukan ibadah. Seperti penuturan kisah Imran bin Hushain RA berikut ini.

Alkisah, Rasulullah SAW bersama para sahabat tengah melakukan perjalanan dakwahnya hingga larut malam. Karena sudah larut malam, dengan terpaksa rombongan Rasulullah SAW memutuskan menginap di tengah perjalanan.

Saking lelahnya, rombongan ini terlelap hingga bangun menjelang ketika matahari terbit. Nyaris lewat salat Subuh. Dalam rombongan, orang yang pertama sadar telatnya waktu Subh adalah Abu Bakar Siddiq disusul Umar bin Khathab.

Sayangnya saat hendak melaksanakan salat Subuh, kedua sahabat ini enggan membangunkan Rasul yang masih terlelap dalam tidurnya. Saking hormatnya, keduanya pun lebih menunggu Rasul bangun sendiri.

Namun gelagat berbeda ditunjukkan Abu Bakar Siddiq. Abu Bakar gelisah melihat waktu salat Subuh yang semakin sempit. Seperti diketahui, terbitnya matahari maka waktu salat Subuh habis dan berganti masuk salat Duha.

Beragam cara dipikirkan Abu Bakar dan Umar guna membangunkan Rasulullah SAW lewat cara yang baik. Keduanya menemukan cara yang dianggap etis untuk bangunkan Rasulullah SAW. Abu Bakar membangunkan Rasulullah SAW lewat kumandang takbir.

“Rasulullah SAW terbangun lalu turun dan salat Subuh bersama kami, dan ada seorang menyendiri yang tidak ikut salat,” tutur Imran bin Hushain RA.

Usai melaksanakan salat berjamaah. Rasulullah SAW menanyakan kepada salah sahabat itu yang tak ikut salat berjamaah dan malah tertidur pulas.

“Rasulullah SAW bertanya: ‘Ya fulan, mengapa engkau tidak salat bersama kami?”

“Aku sedang Janabat.” jawab sahabat itu. Janabat adalah kondisi seseorang dalam keadaan hadas besar yang disebabkan sehabis bersetubuh atau mimpi basah yang membuat keluar mani.

Rasulullah SAW segera menyuruh sahabat itu bersihkan diri. “Rasulullah SAW menyuruhnya tayammum dengan tanah lalu salat.” (HR Bukhari).

[gil]