EQUITYWORLD FUTURES – Komisi Nasional Perlindungan Anak akan mengambil alih hak asuh sementara terhadap Angeline (8), bocah yang hilang sejak Sabtu 16 Mei 2015 di depan rumahnya, Jalan Sedap Malam, Denpasar. Hal ini dilakukan pasca-kunjungan tim Komnas Perlindungan Anak ke rumah orang tua angkat Angeline, Margareta.

“Kita akan mengambil alih sementara (pengasuhan). Ini untuk pengasuhan kita (Komnas PA) dulu sampai Angeline (diketahui) trauma, mau pulang apa tidak, ya seperti reintegrasi lah. Karena anak itu tinggal dalam lingkungan yang tidak layak,” kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Denpasar, Bali, Senin(25/5/2015).

Menurut Arist, rumah kumuh yang dikelilingi kandang ayam yang berjumlah ratusan ekor dan juga ada beberapa anjing menyebabkan tempat tinggal Angeline dianggap tidak layak. Bau tidak sedap dari kotoran ayam juga mengganggu pertumbuhan anak.

Padahal, ibu angkatnya sendiri tergolong orang mampu, memiliki rumah di beberapa kota dan juga mobil. Cara mendidik dari ibu angkatnya juga dianggap kurang baik.

“Dengan berteriak dan sebagainya itu, oleh anak dianggap sebagai hal bentuk kekerasan. Tapi menurut ibunya itu adalah proses pendidikan,” ucap Arist.

“Itu yang tidak ketemu (pemahaman). Sehingga anak ini merasa bahwa dia korban dari kekerasan itu (mental), itu yang perlu diklarifikasi. Untuk itu patut ditemukan segera mungkin,” ujarnya.

Tim Komnas Perlindungan Anak yang berjumlah tiga orang ini, setelah semalam berkunjung ke rumah orang tua angkat Angeline, hari ini akan berkunjung ke Polresta Denpasar dan Polda Bali untuk bersama-sama mencari keberadaan si anak yang sudah lebih dari seminggu menghilang.