Sosial media acap kali digunakan oleh para penggunanya untuk mengutarakan perasaan bahkan ‘uneg-uneg’ terhadap hala-hal kurang mengenakkan yang dialaminya. Namun, cara komplain yang salah ternyata bisa menimbulkan kerugian yang bisa diingat seumur hidup.

Seorang pria Amerika bernama Duff Watson terpaksa harus dikeluarkan dari pesawat sebelum lepas landas karena ketahuan mengkritik maskapai yang ditumpanginya, Southwest Airlines, via Twitter.

Dalam kicauannya, Watson mengatakan bila penjaga gate C39 maskapai Southwest Airlines adalah salah satu petugas yang paling kasar yang pernah dia temui akibat perlakuan diskriminatif terhadap anaknya. Celakanya, tweet tersebut berhasil diketahui oleh petugas tersebut via akun Twitter Southwest Airlines. Alhasil, Watson digiring oleh petugas maskapai yang dikritiknya keluar dari pesawat.

Parahnya, Watson pun harus melalui sebuah interogasi yang memaksanya untuk menghapus tweet tersebut. Dan jika dia menolak, wanita penjaga gate itu mengaku bila pihak maskapai tak segan-segan melarangnya untuk terbang menggunakan pesawat Southwest Airlines. Watson pun mengaku bila dia sempat diancam akan dilaporkan ke polisi jika tak lekas menghapus kicauan itu.

Setelah pihak maskapai Southwest Airlines mengonfirmasi insiden ini via Twitter, mereka pun meminta maaf kepada Watson dan memberikan voucher senilai Rp 500 ribuan untuk seluruh anggota keluarganya yang terdiri dari tiga orang. Nampaknya Watson urung menggunakan voucher tersebut dan malah menyampaikan bila ini merupakan penerbangan terakhirnya menggunakan maskapai Southwest Airlines.