EQUITYWORLD FUTURES – Berbanding terbalik dengan Korea Selatan, Korea Utara dikenal sebagai salah satu negara yang mengekang kebebasan internet. Kali ini 2 sosial media menjadi korbannya.

Dikutip dari PC World (31/10), Korea Utara telah dilaporkan memblokir akses internet untuk Facebook dan Twitter. Padahal, kedua sosial media tersebut sebelumnya memang hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja, yakni kalangan pebisnis dan beberapa pekerja sosial.

Akan tetapi, Facebook dan Twitter sampai saat ini belum mau berkomentar tentang kebenaran dari laporan yang pertama kali diungkap oleh ITAR-TASS, salah satu media Rusia tersebut.

Internet di negara itu memang sangat terbatas dan sering disebut ‘intranet‘, karena hanya bisa dipakai untuk mengakses situs-situs pemerintah, informasi tentang sains dan budaya, serta informasi-informasi sederhana seperti menu makanan.

Kebanyakan warga Korea Utara pun tidak mempunyai komputer sendiri. Jika di Indonesia komputer sudah bisa dinikmati oleh semua kalangan dan di banyak tempat, maka di Korea Utara tidak demikian. Komputer hanya bisa ditemui di universitas, perpustakaan, dan beberapa lembaga milik pemerintah.

Parahnya, untuk membuka jalur Wi-Fi sendiri warga setempat atau pendatang harus terlebih dulu meminta izin pemerintah, hal ini juga berlaku untuk koneksi via satelit. Jika tidak melapor, maka yang bersangkutan bisa terkena denda sekitar Rp 132 juta.