EQUITYWORLD FUTURES – Penuntasan kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam penetapan Anggaran Penetapan Belanja Negara-Perubahan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi VII DPR disangkakan kepada Sutan Bhatoegana, akan segera dituntaskan tahun ini. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji sudah bersiap menjerat sejawat Sutan di Komisi VII DPR disangka turut melakukan tindakan tercela itu.

Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, kasus melilit Sutan diutamakan supaya diselesaikan tahun ini sebelum mereka lengser. Dia menyatakan tidak menutup kemungkinan ada pengembangan penyidikan dan akan menjerat pihak lain turut terlibat dalam perkara itu.

“Bisa saja setelah ini (Sutan) selesai bisa ke situ (Anggota Komisi VII lain). Tapi jangan lupa yang sekarang ini pun mesti dipercepat,” kata Adnan kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/1).

Adnan meyakini Sutan tidak beroperasi seorang diri dalam menerima gratifikasi dan sogok. Sebab menurut dia, proses lobi-lobi di kalangan politikus bisa lewat mana saja dan melibatkan banyak pihak.

“Kan dia enggak sendirian. Biasanya enggak sendirian. Kolektif,” ujar Adnan.

Sejawat Adnan di KPK, Bambang Widjojanto, juga meyakini hal itu. Dia bahkan menyatakan tindak kejahatan dilakukan Sutan sulit dijalankan seorang diri. Bahkan menurut dia bukan tidak mungkin Sutan juga menerima upeti dari pihak-pihak swasta selain dari Kementerian ESDM.

“Yang namanya well corruption itu biasanya organized crime. Kalau organized crime itu pelakunya tidak tunggal, kerangkanya seperti itu,” kata Bambang.