EQUITYWOLD FUTURES – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua harus menggunakan helikopter untuk mengirimkan logsitik pemilu ke dua kampung di Kabupaten Mamberamo Raya yang akan melaksanakan pemunggutan suara ulang pada 23 Maret 2016 mendatang.

Diketahui bahwa dua distrik (kecamatan) di Mamberamo Raya yang akan melaksanakan pemunggutan suara ulang (PSU) yakni Rufaer dan Mamberamo Tengah Timur.

Sebanyak 10 TPS yang tersebar di lima kampung dalam wilayah dua distrik itu. Kelima kampung itu adalah Biri, Wakeyadi, Bareri, Fona, dan Tayai. Total pemilih di lima kampung ini adalah 2.190 orang.

Anggota KPU Provinsi Papua Bidang Sosialisasi Musa Sombuk saat ditemui di Jayapura pada Selasa (15/3/2016) mengatakan, dua kampung yang harus diakses dengan menggunakan helikopter adalah Fona dan Bareri.

“Tak ada jalur darat menuju ke dua kampung ini. Sementara melalui sungai bisa memakan waktu seharian apabila kondisi arus sangat deras,” kata Musa.

Ia pun menuturkan, faktor cuaca juga menentukan keberhasilan upaya pengiriman logistik pemilu menggunakan helikopter.

“Rencananya waktu pengiriman logistik ke dua desa itu akan dipercepat untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang buruk,” tutur Musa.

Musa menyatakan, seluruh logistik pemilu telah berada di Mamberamo Raya. Total surat suara telah disiapkan sebanyak 2.250 lembar.

“Saat ini, seluruh surat suara dalam proses penyortiran. Kemungkinan besar pelaksanaan distribusi akan terlaksana sekitar tanggal 21 Maret,” ujarnya.

Ia menambahkan, total anggaran untuk pelaksanaan PSU di Mamberamo Raya sebesar Rp 8 miliar.

“Rincian anggaran ini untuk KPU sebesar Rp 4,7 miliar dan sisanya untuk pengamanan,” tambah Musa.

Sebanyak dua pasangan calon bupati-wakil bupati yang akan bertarung untuk memperebutkan suara di dua distrik ini, yaitu pasangan nomor urut dua Demianus Kyeuw-Kyeuw- Adiryanus Manemi dan pasangan nomor urut tiga Dorinus Dasinapa-Yakobus Britay.

Dalam hasil pilkada pada 9 Desember 2015 lalu, selisih jumlah suara antara kedua pasangan ini hanyalah 159 saja.