EQUITYWORLD FUTURES – Munas IX Partai Golkar kubu Ical di Bali membuat konstelasi politik di tanah air menghangat. Pasalnya, Munas tersebut merekomendasikan Golkar menolak Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota (Pilkada).

Padahal, sebelumnya Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan para ketua umum parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP) telah bersepakat mendukung Perppu tersebut. Perjanjian itu diteken di sebuah nota kesepakatan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu masih menjabat sebagai presiden RI.

Alhasil, perubahan sikap Golkar menolak Perppu Pilkada membuat gerah SBY, pemerintahan Jokowi dan juga partai anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung pilkada langsung oleh rakyat.

Setelah menuai kritik, Ical akhirnya mengubah haluan kembali. Ical akhirnya memutuskan untuk kembali mendukung Perppu Pilkada.

Melalui media sosial Facebook dan Twitter, Selasa (9/12), Ical menyatakan mendukung Perppu Pilkada. Namun, perubahan sikap tersebut kembali menuai kritikan dari para politikus.

Ical dinilai mencla mencle alias tak konsisten atas sikapnya terhadap Perppu Pilkada. Berikut kritikan yang ditujukan ke Ical seperti dirangkum merdeka.com;

1. Kubu Agung sebut Ical dukung Perppu Pilkada karena sendirian

Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical) berubah sikap dengan mendukung Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota (Pilkada). Padahal sebelumnya, berdasarkan aspirasi para kader beringin, Munas Bali memutuskan menolak Perppu yang dikeluarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Kritikan pun datang dari Golkar kubu Agung Laksono. Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai perubahan sikap itu dilakukan karena Ical ditinggal sendirian oleh kawan-kawannya.

“Alasan mendukung Perppu adalah alasan ‘gimmick’ saja. Dia berubah karena beliau sudah sendirian. Beliau ditinggal sendiri oleh semua orang, sehingga tidak ada pilihan lain bagi beliau untuk dukung Perppu,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/12).

2. Kubu Agung sebut Ical tak konsisten

Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono, Agus Gumiwang Kartasasmita mengritik perubahan sikap Ical soal Perppu Pilkada. Agus menilai Ical bersikap tak konsisten.

“Akhirnya kita bisa melihat tipe dan karakter Pak Ical sebagai pribadi. Begitu mudahnya beliau berubah dari satu posisi menjadi posisi lain. Kalau orang seperti itu kita percaya memimpin parpol besar, saya kira risikonya sangat tinggi bagi bangsa kita,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (10/12).

Dia mempertanyakan Ical berubah mendukung Perppu Pilkada atas alasan kehendak rakyat.

“Saya dengar alasan beliau dukung Perppu adalah berdasar kehendak rakyat. Apakah kehendak rakyat dan dulu ketika voting itu berbeda. Memang rakyat dulu juga minta diselenggarakan langsung. Apakah secepat itu kehendak rakyat berubah. Bagaimana dengan teman-teman yang waktu itu mendukung pilkada langsung yang diberhentikan dari partai,” katanya.

3. Demokrat: Ical dukung Perppu Pilkada karena yakin kalah

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan angkat bicara soal perubahan sikap Ical mendukung Perppu Pilkada. Syarief menilai jika menolak, Ical takut tak mendapat dukungan di parlemen.

“Karena dia yakin kalau dia pasti kalah,” kata Syarief Hasan usai menghadiri kuliah umum SBY di UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (10/12).

Selain itu, Syarif menilai pertimbangan Ical mengubah haluan karena melihat permintaan rakyat yang mayoritas menginginkan pilkada langsung. Karenanya, meski sebelumnya menolak, mau tak mau Ical kini berbalik arah dengan mendukung Perppu yang dikeluarkan Presiden SBY di masa akhir jabatannya tersebut.

“Kedua mayoritas rakyat itu menghendaki pilih langsung,” ucapnya.

4. Golkar kubu Ical soal Perppu Pilkada: Politik itu selalu dinamis

Ketua Harian DPP Partai Golkar kubu Ical, MS Hidayat, membantah Ical tak konsisten soal Perppu Pilkada. Menurutnya, dalam politik segala sesuatunya bersifat dinamis.

“Ya politik itu selalu dinamis, dan selalu cari sesuatu yang bisa cover kepentingan partai,” katanya di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (10/12).

Dia mengatakan, perubahan sikap Ical soal Perppu Pilkada didasari atas beberapa pertimbangan.

“Saya kira ada beberapa pertimbangan tapi juga kalau melihat sejarahnya dulu ada kesepakatan yang ditandatangani mereka,” katanya.

Dia membantah perubahan sikap itu dikarenakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendukung Perppu Pilkada.

“Enggak mungkin juga karena ada pengaruhnya munas yang memutuskan itu,” katanya.