EQUITYWORLD FUTURES –  PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), kontraktor di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengembangkan strategi pengamanan berbasis masyarakat.

Strategi ini untuk mengurangi gangguan keamanan di Wilayah Kerja (WK) perusahaan migas.

Communication & Relations Manager PHE ONWJ Donna Priadi menjelaskan, sistem ini menggerakan masyarakat khususnya untuk melaporkan adanya upaya-upaya yang bisa mengganggu aktivitas perusahaan migas, serta yang membahayakan lingkungan sekitar.

“Strategi ini untuk membangun kepercayaan serta kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kelancaran operasi migas yang dilakukan PHE ONWJ,” ujarnya, disela media gathering SKK Migas, Bandung, Selasa (19/7/2016).

Donna menuturkan kasus gangguan seperti pencurian aset kerap kali terjadi hingga mencapai 100 kasus dan bisa menyebabkan kerugian sampai jutaan dollar.

EQUITYWORLD FUTURES : Namun, berkat bantuan masyarakat khususnya nelayan gangguan tersebut bisa dihilangkan.

“Beberapa kali ada kasus pencurian aset berhasil digagalkan karena perusahaan dapat laporan dari nelayan,” ucapnya.

Menurut Donna, dengan rasa saling percaya antara perusahaan migas dengan nelayan bisa menumbuhkan kerja sama yang baik untuk mengurangi gangguan yang terjadi.

Sebagai informasi PHE ONWJ memiliki wilayah kerja seluas 8.300 kilometer persegi (km2) yang mengoperasikan fasiltas produksi sebanyak 218 anjungan lepas pantai tersebar di perairan Kepualauan Seribu hingga lepas pantai utara Indramayu. – Equity world Futures