EQUITYWORLD FUTURES – PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang 2016 ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 14 triliun. Angka tersebut naik bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 10 triliun.

Namun, untuk sektor alat berat, ASII mengurangi porsi belanja modal anak usahanya yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi Rp 3 triliun sepanjang 2016 ini dari sebelumnya Rp 6 triliun di 2015. Pelemahan yang terjadi di sektor pertambangan, membuat ASII sebagai induk usaha mengurangi belanja modal UNTR.

EQUITYWORLD FUTURES : “Capex United Tractors yang biasanya Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun, mungkin bisa jadi Rp 3 triliun,” ujar Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2016).

Penurunan belanja modal di sektor alat berat tak diiringi dengan‎ sektor lain yang akan dipertahankan atau bahkan dinaikan porsinya. Misalnya, untuk insfrastruktur, logistik, dan properti perseroan mengalokasikan belanja modal lebih besar dari rencana total capex.

“Kita breakdown ada turun ada yang naik. Sebagai contoh infrastruktur, logistik, dan properti. Tiga divisi menyumbang 38 persen dari Rp 14 triliun,” imbuh Prijono.

Seperti diketahui, Laba bersih grup Astra dari segmen alat berat dan pertambangan menurun paling tajam dibandingkan sektor lainnya, yakni sebesar 45 persen dari Rp 2,04 triliun di semester I 2015 menjadi Rp 1,1 triliun di semester I 2016.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun, atau turun 46 persen.

Hal tersebut disebabkan penurunan volume bisnis dan pengaruh dari penguatan rupiah terhadap aset berdenominasi dollar AS. – Equity world Futures