EQUITYWORD FUTURES – Harga minyak turun pada Senin (28/9/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Penurunan harga emas hitam ini seiring dengan anjloknya laba perusahaan-perusahaan di China.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, melorot 1,27 dollar AS berakhir di 44,43 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, menetap di 47,34 dollar AS per barrel di perdagangan London, turun 1,26 dollar AS dari penutupan Jumat.

“Pasar sangat fluktuatif,  bukan hanya minyak mentah saja, tetapi di seluruh pasar,” kata Oliver Sloup dari iiTrader.com.

Sloup mengatakan, data terbaru yang lemah dari China di tengah perlambatan pertumbuhan merupakan pemicu aksi jual. Laba  perusahaan-perusahaan industri besar Tiongkok jatuh hampir sembilan persen pada Agustus dari setahun lalu, penurunan terbesar sejak 2011.

“Tiongkok adalah salah satu konsumen terbesar minyak mentah dan jika mereka melambat di sana tidak akan ada orang yang benar-benar melangkah untuk menggantikannya dalam waktu dekat,” katanya.

“Jika mereka terus melambat, diperkirakan itu akan terus menekan harga,” tambah dia.

Analis menyebutkan, kondisi pasar minyak juga mencerminkan kekhawatiran lebih umum tentang pertumbuhan global.

Sementara Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan, IMF kemungkinan akan menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk 2015 dan 2016 karena perlambatan di China dan pasar negara-negara berkembang lainnya.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar bisnis Prancis Les Echos yang diterbitkan Senin, Lagarde mengatakan perkiraan Juli pertumbuhan 3,3 persen untuk 2015 dan 3,8 persen untuk 2016 tidak lagi realistis. Tapi dia mengatakan pertumbuhan akan tetap berada di atas 3,0 persen.

“Lagarde pada dasarnya mengatakan bahwa IMF akan menurunkan pertumbuhan untuk seluruh alam semesta dan itu semacam membebani harapan untuk permintaan minyak mentah,” kata Phil Flynn di Price Futures Group.

IMF akan merilis proyeksi baru pertumbuhan pada 6 Oktober.