EQUITYWORLD FUTURES – Kinerja kuartal I UBS Group AS tidak sesuai dengan estimasi para analis, akibat CEO Sergio Ermotti kurang cepat membaca pasar pada permulaan tahun di ranah perbankan investasi.

UBS pada pemaparan kinerjanya, Selasa (3/5/2016), mengatakan Net Income turun 64 persen menjadi 707 juta Swisss franc atau 741 dollar AS dibanding tahun sebelumnya.

Bisnis investment bank yang dipimpin Andrea Orcel, mencatatkan penurunan terbesar diantara firma global lain dalam fee merger dan underwriting saham dan deal obligasi. Selain itu, UBS juga mencatatkan 25 persen penurunan dalam penerimaan perdagangan, yang terburuk diantara rata-rata bisnis grup ini.

Ermotti, 55, sebelumnya sudah memangkas ribuan pekerjaan dan melakukan skalasi ulang suku bunga bank dan kredit bisnis untuk fokus pada welath management sejak dia berkuasa di 2011. Dia mengestimasi, kinerja perusahaan masih akan tertekan, seiring tekanan yang sama di Deutsche Bank AG dan Credit Suisse Group AG.

“Ini memperlihatkan UBS, seperti bank besar lain, punya fixed cost base terlalu tinggi pada kuartal yang sulit,” kata Chris Wheeler, analis di Atlantic Equities yang berbasis di London. “Untuk menjaga profitabilitas di siklus yang buruk, mereka memerlukan untuk mencermati ongkos tersebut,” lanjut dia.

Saham UBS turun 7,5 persen ke 15,29 franc di Zurich, pada perdagangan Selasa (3/5/2016) waktu setempat. Sepanjang tahun ini, saham UBS telah jatuh 22 persen, sementara bank rivalnya, Credit Suisse, sudah turun 36 persen.

Pendapatan UBS turun 23 persen ke 6,8 juta franc di kuartal I. Bank akan memangkas ongkos senilai 1,4 miliar franc di akhir Juni di bawah rencana 2014, untuk menurunkan pengeluaran hingga 2,1 miliar franc di 2017.

Ermotti mengatakan bank menjaga target laba di 15 persen pada 2017 dan akan mencapai posisi “lebih baik” untuk melalukan pembaharuan pasar di akhir Juni mendatang. UBS juga berkomitmen untuk menaikkan dividen.

Bank asal Swiss ini berencana untuk melakukan ekspansi ke China, yang menjadi pergolakan sepanjang kuartal I 2016, sebab memposisikan UBS ke posisi rentan ketika sesama bank Swiss lain lebih memilih fokus ke pasar dalam negeri.