EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kenaikan pada awal perdagangan Jumat (9/10/2015). IHSG dibuka menguat 47,07 poin menjadi 4.538,50.

Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, indeks bertambah 69,13 poin (1,53 persen) ke posisi 4.560,56. Tercatat 163 saham hijau, 19 saham merah, dan 49 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 946,31 miliar dengan volume 899,18 juta lot saham.

Kemarin IHSG menguat tipis 0,10 persen pada 4.491,43. Selama lima hari berturut-turut, para pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,15 triliun.

Aliran dana asing terus merangsek masuk bursa saham Indonesia, sejak AS merilis data tenaga kerja yang memburuk. Banyak analis memperkirakan The Fed akan menunda kenaikan suku bunga tahun ini. Hal itu membuat aksi ambil untung (profit taking) di pasar global, sehingga mata uang garuda diuntungkan.

Analis Lautandhana Securindo Krishna Dwi Setiawan menilai, penguatan rupiah menjadi denyut nadi pergerakan IHSG saat ini. Aliran masuk dana asing mengembuskan optimisme pasar dalam negeri. Kemungkinan, otot rupiah masih menguat, antara lain ditopang dukungan paket ekonomi jilid III. Jika suku bunga The Fed batal naik tahun ini, dana asing akan parkir lebih lama di pasar dalam negeri.

“Tetapi, terlalu dini jika menyebut penguatan rupiah karena faktor domestik karena mata uang lain juga menguat terhadap dollar AS,” ujar Krishna seperti dikutip dari Kontan.

Faktor ini diprediksi memicu penguatan IHSG dalam jangka pendek. Menurut Krishna, saat ini IHSG masih lebih murah dibandingkan indeks regional. “Saat ini price earning ratio (PER) IHSG 9 kali, satu standar deviasi di bawah rata-rata,” ungkap dia.