EQUITYWORLD FUTURES – Resmi dipasarkan di Indonesia oleh Troupe Brut Rides indusrty, di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2015) lalu, kini giliran mengenal lebih dekat sosok Vintage Electric Bike (VEB). Sepeda elektrik (E-bike) ini diimpor utuh langsung dari Santa Clara, Amerika Serikat, menyasar pada kaum urban yang mau tampil berbeda.

VEB diposisikan sebagai alat transportasi yang syarat dengan gaya hidup baru yang ramah lingkungan. Dari penampilannya, E-bike ini kental dengan nuansa klasik ala board track racing yang populer di era 1910–1920-an. Kedua model yang dipasarkan, E-Tracker dan Cruz,  memiliki spesifikasi sama, hanya bentuk frame dan beberapa detail penunjang yang sedikit berbeda.

Kesan jadul langsung menguat ketika memperhatikan bentuk rangka sepeda ini yang dibuat dari aluminium hydroformed. Material ini merupakan serat baja ringan yang mirip dengan tangki bensin board track racing bike.

Stanly/Otomania ban Schwalbe Fat Frank dan tombol engine brake

Untuk menaikan kesan eksklusif, berapa komponen pendukung sepeda ini masih dibuat dengan tangan alias handmade. Beberapa bagian, seperti setang kemudi, sadel dari Brooks England LTD, serta balutan kulit yang melekat pada hendel, dan rangka depan.

Untuk mengimbangi tampilannya, kaki-kaki juga dirancang khusus menggunakan pelek berdimensi 26 inci yang disematkan bersama ban Schwalbe Fat Frank berukuran 26×2.35 inci. Bibir pelek juga mendapat sentuhan warna sesuai keinginan, membuat penampilan sepeda ini terkesan lebih kuno.

Mesin Listrik

Sebagai wadah dari perangkat kelistrikanya, Andrew Davidge selaku Penemu dan Desainer Utama VEB mengaku sengaja membuat boks khusus, dengan desain mirip sepeda motor klasik.Penempatannya juga berada di atas pedal, menjadikan sepeda ini seolah-olah punya mesin sendiri.

Stanly/Otomania Boks ini berfungsi sebagai ruang penyimpan baterai Lithuium-ion 52 volt. VEB mengklaim hanya butuh dua jam untuk mengisi tenaga baterai dari kondisi kosong sampai penuh.

Daya yang keluar kemudian disalurkan ke roda belakang dengan motor elektrik 3.000 watt 3-phase brushless electric, yang menghasilkan tenaga sampai 750 watt dalam mode santai dan 3,000 watt pada moda race. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 60 kpj dengan daya jelajah 48 km.

Fitur

Selain desain dan mesin listrik yang bertenaga, sisi safety juga diterapkan melalui fitur engine brake yang diaktifkan melalui tompol merah di sebelah kiri setang kemudi. Fungsinya bukan hanya melakukan deselerasi tapi juga untuk mengisi ulang daya yang habis ketika menggunakan sistem pengereman. Mirip Prius Hybrid dari Toyota.

Stanly/Otomania Bisa berlari sampai 60 kpj, sadel jok handmade dan ada nomer pembuatan

Sedangkan sistem pengereman diperkuat dengan Shimano Hydraulic Disc Brakes berdimensi 180 mm di roda depan dan 160 mm di belakang. Guna menunjang aktivitas di malam hari, sepeda ini sudah dilengkapi dengan LED sebagai sumber utama penerangan.