EQUITYWORLD FUTURES – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI tidak akan kapok untuk membuat lokasi-lokasi binaan (lokbin) untuk pedagang kaki lima (PKL) meskipun salah satu lokbin, yaitu Lenggang Jakarta, baru saja diserang oleh sekumpulan PKL.

“Enggak kapoklah. Lokbin tetap. Inkubator itu tetap ada,” ujar Djarot di Balai Kota, Selasa (23/6/2015).

Djarot mengatakan, para PKL harus mengikuti aturan yang telah dibuat Pemerintah Provinsi DKI jika ingin berjualan di kota ini. Aturan dari pemerintah adalah PKL tidak boleh berjualan di sembarang tempat.

Djarot mengatakan, aksi perusakan terhadap Lenggang Jakarta beberapa waktu lalu merupakan tindakan yang anarkistis. Dia juga yakin bahwa para PKL telah merencanakan aksi tersebut sebelumnya.

“Itu tindakan anarkistis dan saya yakin itu sudah diorganisasi sebelumnya,” ujar Djarot.

Seperti diberitakan, Sabtu (20/6/2015) lalu, ratusan PKL menyerang petugas Satpol PP yang sedang berjaga di pintu timur Monas. Akibat penyerangan tersebut, sejumlah fasilitas berjualan di kawasan kuliner Lenggang Jakarta di kawasan Monas dirusak.

Selain itu, sebanyak enam motor dan satu mobil operasional milik Satpol PP tak luput dari serangan PKL. Polres Jakarta Pusat pun telah menetapkan satu tersangka berinisial S atas perusakan Lenggang Jakarta tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Joko Kundaryo mengatakan, PKL yang mengamuk dan menyerang personel Satpol PP bukanlah PKL liar IRTI Monas, melainkan PKL yang biasa berdagang di pintu tenggara atau pintu Stasiun Gambir.