Letusan lava pijar Gunung Slamet yang terjadi hingga Kamis (11/9) siang mengarah ke barat dan barat daya Gunung Slamet. Arah tersebut ke wilayah Brebes dan Tegal Jawa Tengah.

Koordinator SAR Daerah Jateng Bakorwil III Banyumas-Pekalongan, Rudi Setiawan, mengemukakan dari pantauan visual, lontaran tertinggi dan memanjang radius biasanya hanya satu kilometer. “Sekarang sudah dua kilometer lebih. Untuk tanggal 10 saja semburan sampai 80 kali dan lontaran batu pijar 50 kali,” katanya Kamis, (11/9).

Selain lontaran, juga terdengar dentuman di beberapa wilayah terdampak, seperti wilayah Tegal dan Brebes, karena kemiringan puncak Gunung Slamet memanjang dari wilayah Brebes hingga Gambuhan, Pemalang. “Wilayah Brebes menuju Gambuhan yang mengalami guguran material dari atas akan jatuh ke arah sana,” ujarnya.

Dia mengemukakan, tadi malam di wilayah barat dan barat daya terjadi kebakaran hutan lereng barat Gunung Slamet di sekitar Kaliwadas sampai Sakub, Kaligua Kabupaten Brebes. Kebakaran terjadi akibat material lontaran lava pijar yang keluar dari bibir kawah dan masuk ke padang savana lereng barat. “Kebakaran sifatnya lontaran lava pijar jadi masih kecil dan tidak sampai parah, apalagi menyebar masuk ke area hutan,” ujarnya.

Selain itu hujan abu disertai kerikil juga terjadi di wilayah Sirampog, Desa Sawangan, Dawuhan, Dukuh cilik, Igir Klenceng dan Kaliwadas, serta hujan abu di Desa Kaligiri.

Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet PVMBG, Sukedi mengatakan saat ini lontaran lava pijar dari Gunung Slamet masih mengarah ke barat karena sifat letusan Gunung Slamet yang strombolian. “Saat ini lontaran masih ke arah Barat dan masih strombolian,” ujarnya.