EQUITYWORLD FUTURES – Akhir Maret lalu, Samsung telah mulai memasarkan Galaxy S7 di Indonesia. Smartphone yang satu ini terbukti diminati di seluruh dunia sehingga berhasil mendongkrak untung sang pembuatnya, menurut data lansiran IDC beberapa waktu lalu.

Selang dua bulan kemudian, pada Juni mendatang, LG, baru akan mulai menjual smartphone andalannya di Tanah Air, G5 SE. Meski sudah keduluan, pabrikan yang sama-sama berasal dari Negeri Ginseng ini yakin G5 SE masih bisa menarik minat pengguna.

“(Galaxy S7 dan LG G5) Waktu pengumumannya berbarengan, jadi kami dapat ‘hype’ juga,” ujar Product Marketing Manager Mobile Communications Division LG Electronics Indonesia, Dias Aryo Wibowo, saat ditemui KompasTekno usai acara hands-on LG G5 SE di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Baik Galaxy S7 maupun LG G5 sama-sama diperkenalkan di ajang MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, akhir Februari lalu. Hanya saja, Samsung lebih dulu mendorong Galaxy S7 masuk pasaran Indonesia dalam waktu hanya sebulan setelah perkenalan resminya.

Dias mengatakan, dari segi produk, ponsel seri G5 dari LG memiliki keunikan yang tak dimiliki produk lain, yakni kamera dengan lensa ganda (normal dan wide angle) serta konsep hardware modular yang memungkinkan pengguna menambah fungsi perangkat dengan menyematkan aksesori terpisah.

“Itulah yang menjadi ‘value proposition’ LG G5,” kata Dias. “Konsep modular itu sekaligus tetap mempertahankan bodi full-metal yang nyaman.”

Bukan lawan sebanding

Perlu ditambahkan bahwa LG G5 yang dipasarkan di Indonesia merupakan varian spec-down dengan embel-embel “SE”. Dibandingkan LG G5 “reguler”, LG G5 SE memiliki kapasitas RAM lebih kecil (3 GB, berbanding 4 GB) dan prosesor yang berada setingkat di bawah (Snapdragon 652, bukan Snapdragon 820).

Mungkin lantaran itu pula LG bisa membanderol G5 SE dengan harga Rp 8 juta saat membuka sesi pre-order menjelang akhir bulan ini. Banderol tersebut lebih rendah dibandingkan Galaxy S7 yang dihargai mulai Rp 9 juta ke atas, namun kedua ponsel memang bukan produk sebanding.

Oik Yusuf/Kompas.com Head of Mobile Communications Division LG Electronics Indonesia Hee Gyun Jang (kiri) dan Product Marketing Manager Mobile Communication Division LG Electronics Indonesia Dias Aryo Wibowo dalam acara hands-on LG G5 SE di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Bagaimana dengan LG G5 “reguler” yang spesifikasinya mampu menandingi Galaxy S7?

Head of Mobile Communication Division LG Electronics Indonesia Hee Gyun Jang mengatakan pihaknya belum berminat memasarkan ponsel itu di Indonesia.”Kalau saat ini, dua flagship terlalu banyak”, katanya.

Rakitan Cikarang

LG G5 SE yang dipasarkan di Indonesia dirakit di fasilitas pabrik di Cikarang, Bekasi. Selain G5 SE, LG turut merakit enam ponsel lain di tempat yang sama, menggunakan komponen-komponen hardware yang diimpor dari Korea Selatan.

Ketujuh ponsel merupakan model-model anyar dengan konektivitas 4G LE yang bakal menjadi andalan baru LG di 2016, mencakup seri G, K, X, dan Stylus.

“Untuk sekarang (dari ponsel yang dirakit di Cikarang), baru LG Stylus 2 dan K4 yang sudah beredar di pasaran. Model-model lainnya akan segera menyusul. Semuanya diharapkan sudah hadir pada kuartal kedua tahun ini,” papar Dias.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Sebagian model ponsel LG yang dirakit di pabrik di Cikarang

LG Electronics mendirikan pabrik perakitan ponsel 4G di Cikarang dalam upaya memenuhi ketentuan pemerintah soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) ponsel 4G sebesar 30 persen, yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2017.

Pihak LG mengklaim ponsel-ponsel besutannya yang dirakit di Cikarang saat ini sudah memiliki kadar TKDN sebesar 20 persen yang ditargetkan sudah meningkat menjadi 30 persen pada tahun depan.

Fasilitas perakitan di Cikarang, menurut Hee Gyun Jang, tidak mengurangi biaya produksi ponsel. Meski begitu, dia menjamin  kualitas ponsel hasil rakitan di Cikarang akan sama dengan ponsel LG yang selama ini diimpor utuh.

“Kami mendatangkan staf dari Korea juga untuk mendukung soal kontrol kualitas ini,” tutup Jang.