Menjelang hari raya Idul Fitri yang jatuh pada Senin (28/7) mendatang, ratusan penginapan yang terdiri dari resort dan homestay di Kabupaten Kepulauan Seribu hampir penuh dipesan wisatawan. Dari 430 lokasi penginapan yang tersebar di lima wilayah, yakni Pulau Pramuka, Tidung, Pari, Harapan dan Untung Jawa, hanya di Pulau Pramuka dan Tidung saja yang masih tersedia penginapan.

Itu pun hanya sekitar 10 persen penginapan saja yang masih kosong. Jika dihitung dari jumlah keseluruhan penginapan, maka jumlah penginapan yang masih tersedia ada 43 tempat.

Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky Musleh (29) mengatakan, pemesanan tempat penginapan sudah dibuka sejak bulan lalu. Adapun batas terakhir pemesanan akan berakhir pada pekan ini.

Micky mengatakan, biasanya para wisatawan akan mulai berlibur dari H-1 hingga H+4. Micky memperkirakan bakal terjadi kepadatan calon penumpang yang hendak ke pulau di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (27/8). Oleh karenanya, Micky berharap agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bisa mengerahkan bantuan kapal guna mengakomodasi kepadatan calon wisatawan di Muara Angke.

“Prediksi kami 10 persen penginapan yang masih tersisa akan penuh pada minggu ini atau akhir pekan ini,” kata Micky, Selasa (22/7).

Bagi masyarakat yang hendak berlibur, namun tempat penginapan telah penuh, pihak penyedia jasa akan memasukannya ke daftar tunggu. Apabila ada wisatawan yang telah memesan, lalu membatalkan pemesananya itu, penyedia jasa akan menghubungi calon wisatawan yang masuk dalam daftar tunggu.

Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlah wisatawan yang datang liburan ke pulau mencapai 20.000 orang. Mayoritas dari mereka tidak merayakan lebaran. Mereka berlibur karena ditinggal mudik oleh pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.

“Karena pembantunya banyak yang mudik selama 3-5 hari pas lebaran, jadi mereka menyempatkan diri untuk liburan ke pulau. Di sini mereka tidak perlu repot untuk membersihkan tempat tinggal, karena akan dibersihkan oleh penyedia penginapan tersebut,” ujar Micky.

Para pemilik jasa berusaha mengambil keuntungan lebih dengan menaikan biaya penginapan sebesar 20 persen. Micky mengatakan, ketika hari normal para penyedia jasa biasa mematok harga penginapan pada kisaran Rp 280.000 sampai Rp 350.000 per malam. Namun karena naik 20 persen, maka tarif penginapan menjadi Rp 336.000 sampai Rp 420.000 per malam.

 

30 Unit ojek kapal disiapkan

Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Suwarto mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan wisatawan yang ingin berlibur Ke Kepulauan Seribu. Karenanya pihaknya menyiapkan 30 unit kapal untuk mengangkut penumpang di Pelabuhan Muara Angke.

“Kita sudah koordinasi dengan para pemilik ojek kapal agar menyediakan kapalnya. Mereka telah menyiapkan 30 unit kapal dengan kapasitas 30-50 penumpang,” ujar Suwarto.

Suwarto mengatakan, selain di Pelabuhan Muara Angke sebetulnya wisatawan bisa naik kapal cepat milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta dari Dermaga Kali Adem, Muara Angke.

“Jadi ada dua alternatif untuk bisa ke pulau, pertama melalui Pelabuhan Muara Angke dan Kali Adem,” kata Suwarto.

Terpisah, Kamaru Zaman Kepala Seksi UPT Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menyatakan siap memfasilitasi para wisatawan yang hendak ke Pulau Seribu. Menurut Kamaru, ada 7 kapal cepat yang bisa menampung para calon wisatawan.

Tujuh kapal itu terdiri dari dua kapal Katamaran berkapasitas 80 orang, satu kapal Paus berkapasitas 80 orang, satu kapal Lumba-Lumba 50 orang dan tiga kapal Kerapu yang masing-masing berkapasitas 25 orang.