EQUITYWORLD FUTURES – Dalam catatan Kompas.com, terdapat lima pengembang terbesar yang selama ini berkontribusi mengubah wajah Indonesia. Terutama dalam hal pengembangan perumahan, pusat belanja, perkantoran, dan kawasan komersial.

Kelima pengembang tersebut adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Mereka menjadi lima terbesar didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) per Senin (21/12/2015).

Kapitalisasi pasar kelimanya tercatat berada pada level di atas Rp 20 triliun sehingga laik ditahbiskan sebagai pemain properti terbesar dan berpengaruh di Indonesia.

LTF Suasana peluncuran menara apartemen kedua Eastern Wing Embarcadero Park di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan (8/11/2014).

Berikut daftar lima raksasa properti Indonesia.

1. BSDE dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 32,2 triliun

Proyek BSDE tersebar di beberapa kota. Salah satu proyek unggulannya adalah BSD City di Serpong, Banten. Baru-baru ini mereka melansir Nuvasa Bay di Batam, Kepulauan Riau.

2. LPKR dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 25,1 triliun

Proyek LPKR juga tersebar di beberapa kota. Di antara yang menjadi unggulan adalah kota mandiri Lippo Village di Karawaci, Tangerang, Banten, Kemang Village di Kemang, Jakarta Selatan, St Moritz Penthouse and Residences di Puri Indah, Jakarta Barat, dan superblok Lippo Plaza di Medan, Sumatera Utara.

Terbaru, mereka tengah menggarap St Moritz Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan dan Monaco Bay di Manado, Sulawesi Utara.

www.pakuwon.com Surabaya bakal miliki pencakar langit 50 lantai

3. PWON dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 23,06 triliun

Proyek pengembang yang dirintis oleh Alexander Tedja ini tersebar di Surabaya dan Jakarta. Di Surabaya, mereka dianggap berkuasa karena sejumlah proyek unggulannya yang secara signifikan mengubah kota pahlawan ini.

Sebut saja, Pakuwon City, Pakuwon Indah, Pakuwon Supermall, East Coast, dan properti legendaris Tunjungan City.

Saat ini, PWON tengah mendirikan pencakar langit tertinggi di Surabaya, yakni Tunjungan City Office Tower.

dokumen Pemerintah Kota Bandung Rendering Bandung Technopolis

4. SMRA dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 20,9 triliun

Kendati terhitung konservatif, namun untuk urusan pengembangan proyek harus menelan lahan lebih dari 200 hektar.

Pasalnya, dalam setiap mengembangkan proyek, SMRA mengadopsi konsep terintegrasi atau township development.

Terbaru adalah pengembangan Summarecon Bandung di kawasan Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Proyek ini menyita perhatian khalayak karena konsepnya yang didasarkan pada pilar smart city dan terintegrasi dengan Bandung Technopolis.

dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

5. CTRA dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 20,7 triliun

Raksasa tertua di Indonesia ini punya proyek dengan spesialisasi perumahan di seluruh Indonesia. Hingga kini tercatat lebih dari 78 proyek di lebih dari 30 provinsi di Indonesia.

Proyek signature-nya adalah Ciputra World 1 Jakarta dan Ciputra World Surabaya. Saat ini, CTRA tengah mengembangkan sejumlah proyek anyar di Makassar, Medan, Samarinda, Balikpapan, dan lain-lain.